UBHARAUBHARA

JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)

Lokasi suatu daerah sangat memengaruhi sektor pertanian, termasuk Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, yang secara geografis terdiri dari dataran berbukit atau dataran tinggi. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap tanaman pangan yang dapat dikembangkan di daerah tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dalam proyek akhir ini adalah membuat aplikasi Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Wilayah Penghasil Bawang Merah Terbaik di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, menggunakan Metode TOPSIS. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem aplikasi yang telah dibuat berfungsi dengan baik dan cukup ramah pengguna (User Friendly). Dari lima desa di Kecamatan Waru yang digunakan sebagai data eksperimen, dapat disimpulkan bahwa pemilihan desa terbaik untuk budidaya bawang merah menggunakan metode TOPSIS merekomendasikan Desa Sanah Laok dengan skor tertinggi 0,6312.

Dalam eksperimen yang dilakukan pada bab IV, dapat disimpulkan bahwa sistem aplikasi telah berjalan dengan baik dan cukup ramah pengguna.Dari lima desa di Kecamatan Waru yang digunakan sebagai data eksperimen, desa yang paling direkomendasikan untuk penanaman bawang merah adalah Desa Sanah Laok dengan nilai 0,6312.

Penelitian ini berhasil mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode TOPSIS untuk menentukan wilayah terbaik penanaman bawang merah di Kecamatan Waru, Pamekasan. Namun, masih banyak ruang untuk pengembangan lebih lanjut yang dapat memperkaya manfaat sistem ini bagi sektor pertanian. Untuk saran penelitian lanjutan, pertama, akan sangat bermanfaat jika sistem ini diperluas cakupannya dengan menambahkan kriteria penentu lokasi yang lebih komprehensif, seperti jenis tanah, tingkat keasaman (pH), ketersediaan pupuk organik, akses pasar, dan infrastruktur irigasi yang lebih detail. Selain itu, sistem dapat diadaptasi untuk rekomendasi penanaman komoditas pertanian lain yang relevan di wilayah tersebut, seperti jagung atau cabai, sehingga mampu mendukung diversifikasi pertanian lokal. Kedua, penting untuk melakukan studi komparatif dengan metode pengambilan keputusan multikriteria (MCDM) lain yang populer, misalnya Analytical Hierarchy Process (AHP) atau Simple Additive Weighting (SAW). Perbandingan ini akan membantu mengidentifikasi metode mana yang paling optimal dan robust dalam memberikan rekomendasi, serta memahami bagaimana perbedaan metode dapat mempengaruhi hasil seleksi, khususnya dalam konteks kondisi geografis dan agroklimatologi yang bervariasi. Ketiga, pengembangan sistem ini ke arah integrasi data dinamis dan pemanfaatan Geographic Information System (GIS) akan sangat meningkatkan akurasi dan relevansi rekomendasi. Dengan mengintegrasikan data cuaca real-time, kondisi tanah terkini melalui sensor, atau bahkan harga pasar, sistem dapat memberikan saran yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan atau ekonomi. Tampilan visual berbasis peta yang dihasilkan GIS juga akan mempermudah petani dan penyuluh pertanian dalam memahami dan menerapkan rekomendasi lokasi terbaik secara lebih intuitif dan efektif di lapangan.

  1. #sistem aplikasi#sistem aplikasi
  2. #civil service system#civil service system
Read online
File size430.01 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2Aa
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test