PUSMEDIAPUSMEDIA

Journal of Education and Teacher Training InnovationJournal of Education and Teacher Training Innovation

Perkembangan era Society 5.0 menuntut generasi muda tidak hanya menguasai teknologi digital tetapi juga mampu menerapkan etika dalam penggunaan media sosial. Fenomena peningkatan aktivitas digital siswa sering kali memiliki dampak negatif, seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, dan pelanggaran privasi. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Islam dianggap penting untuk membentuk karakter digital siswa agar mampu berperilaku bijak dan bertanggung jawab sesuai ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan digitalisasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPIT Insan Rabbani Bekasi, serta mengumpulkan informasi tingkat keterampilan digital siswa dalam etika media sosial di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan data dianalisis dengan model Rasch menggunakan aplikasi Winsteps. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX di SMPIT Insan Rabbani Bekasi dengan sampel 109 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan digital siswa berada dalam kategori baik, seperti ditunjukkan oleh nilai rata-rata person measure sebesar 2,05 logit—lebih tinggi dari item measure. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebanyakan siswa memiliki keterampilan digital yang memadai dalam hal menjaga privasi, berkomunikasi sopan, dan menghindari penyebaran informasi tidak valid.

Penerapan digitalisasi dan penggunaan media sosial oleh siswa di SMPIT Insan Rabbani Bekasi telah menunjukkan perkembangan keterampilan digital yang positif.Siswa tidak hanya menggunakan media digital untuk hiburan tetapi juga untuk komunikasi akademik, pembelajaran mandiri, dan berbagi konten positif yang selaras dengan nilai-nilai Islam.Penggunaan WhatsApp sebagai media komunikasi, Instagram sebagai platform ekspresi dan literasi visual, YouTube sebagai sumber pembelajaran, dan TikTok sebagai ruang kreatif menunjukkan kemampuan siswa dalam mengintegrasikan aspek etika dan perilaku digital yang bertanggung jawab.Namun, masih diperlukan peningkatan dalam aspek keamanan digital dan literasi kritis untuk mengatasi risiko konten negatif, hoaks, dan ancaman privasi.Secara keseluruhan, penggunaan media sosial telah mendukung perkembangan keterampilan digital siswa sesuai dengan tuntutan era Society 5.0 dan relevan dengan tujuan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada perbandingan tingkat literasi digital antara siswa di sekolah umum dan sekolah agama untuk melihat perbedaan pendekatan pembelajaran. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran platform media sosial seperti TikTok dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang etika digital melalui konten edukatif. Terakhir, penelitian bisa mengkaji dampak penggunaan teknologi dalam pendidikan agama terhadap pembentukan karakter digital siswa, khususnya dalam konteks Society 5.0 yang semakin mengandalkan interaksi digital.

  1. Studi Pemanfaat Media TikTok Sebagai Sarana Dakwah di Era Society 5.0 | Al-Manaj : Jurnal Program Studi... doi.org/10.56874/almanaj.v3i02.1178Studi Pemanfaat Media TikTok Sebagai Sarana Dakwah di Era Society 5 0 Al Manaj Jurnal Program Studi doi 10 56874 almanaj v3i02 1178
  2. PERSEPSI NETIZEN TERHADAP PEMANFAATAN APLIKASI INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA DAKWAH STUDI AKUN INSTAGRAM @BASYASMAN... doi.org/10.53565/nivedana.v5i2.1191PERSEPSI NETIZEN TERHADAP PEMANFAATAN APLIKASI INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA DAKWAH STUDI AKUN INSTAGRAM BASYASMAN doi 10 53565 nivedana v5i2 1191
  3. Developing Practical Skills Through Blended Learning Model Using Creativity-Based Learning Activites... doi.org/10.5539/jel.v10n6p126Developing Practical Skills Through Blended Learning Model Using Creativity Based Learning Activites doi 10 5539 jel v10n6p126
Read online
File size383.7 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test