PUSMEDIAPUSMEDIA

Journal of Education and Teacher Training InnovationJournal of Education and Teacher Training Innovation

Perbedaan persepsi antara guru bimbingan dan konseling (BK) dengan guru mata pelajaran menyebabkan aktivitas belajar siswa kurang optimal. Keterbatasan guru BK dalam memberikan layanan klasik memengaruhi potensi aktivitas akademik di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja guru BK melalui pengawasan aktivitas bimbingan dan konseling. Pengawasan aktivitas bimbingan dan konseling bertujuan mengembangkan potensi guru BK agar dapat melaksanakan layanan konseling secara efektif dan efisien. Implementasi umumnya melalui sesi kontak langsung dengan individu yang dianalisis selama beberapa periode. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen wawancara dan observasi berkala. Lokasi penelitian dilakukan di SMK N 2 Kuningan. Subjek utama dalam penelitian ini terdiri dari pengawas, kepala sekolah, dan guru BK. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pengawasan BK berjalan baik berdasarkan visi dan misi sekolah. Keterbatasan ISO menyebabkan perubahan pada instrumen layanan. Implementasi pengawasan BK dengan layanan konseling individu berjalan baik. Kolaborasi antara siswa, guru BK, dan pengawas dilakukan sesuai dengan pedoman program kerja dan instrumen.

Aktivitas pengawasan BK di SMK N 2 Kuningan dilaksanakan dengan baik, dirancang, dan diarahkan sesuai dengan visi dan misi BK di sekolah tersebut.Implementasi aktivitas pengawasan BK dilakukan dengan pengawasan yang dapat meningkatkan program kerja dan evaluasi yang berjalan baik.Evaluasi proses dan hasil dapat diwujudkan berdasarkan instrumen referensi dan program kerja jurnal harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.Layanan konseling di sekolah memiliki peran besar dalam keberhasilan implementasi kegiatan belajar mengajar dan layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak perubahan standar ISO terhadap kualitas layanan BK di sekolah vokasi. Penelitian juga bisa fokus pada efektivitas pelatihan guru BK dalam menghadapi rasio siswa yang tinggi, seperti di SMK N 2 Kuningan. Selain itu, studi tentang integrasi teknologi dalam pengawasan layanan BK untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas bisa menjadi arah penelitian yang menarik. Ketiga saran ini membuka ruang untuk mengevaluasi sistem manajemen kualitas, memperkuat kompetensi guru, dan mengoptimalkan metode pengawasan berbasis digital.

Read online
File size285.52 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test