BTPBTP
JURNAL MATA PARIWISATAJURNAL MATA PARIWISATASektor pariwisata di Yogyakarta sangat rentan terhadap perubahan musim dan cuaca ekstrem karena bergantung pada atraksi outdoor, yang berdampak negatif pada citra destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas destinasi wisata indoor dalam mengurangi risiko cuaca ekstrem dan menjaga citra pariwisata Yogyakarta. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Data dikumpulkan dari 400 wisatawan domestik yang mengunjungi setidaknya dua destinasi wisata indoor di Yogyakarta selama musim hujan puncak. Analisis menunjukkan bahwa efektivitas fasilitas indoor dan kapasitas antisipasi musim secara langsung dan signifikan mempengaruhi citra pariwisata dengan koefisien jalur β = 0,285 dan β = 0,240, masing-masing. Kombinasi fasilitas indoor, mitigasi cuaca, dan pengalaman wisatawan menjelaskan 71,5% variansi citra destinasi (R² = 0,715). Selain itu, pengalaman wisatawan bertindak sebagai mediator parsial yang signifikan antara fasilitas indoor dan citra pariwisata (β = 0,171), serta antara antisipasi musim dan citra pariwisata (β = 0,157). Kesimpulan penelitian ini adalah pengembangan infrastruktur indoor yang responsif iklim, dikombinasikan dengan pengalaman wisatawan yang bernilai tinggi, merupakan strategi fundamental untuk membangun ketahanan pariwisata regional.
Penelitian ini secara empiris mengonfirmasi efektivitas destinasi wisata indoor sebagai strategi mitigasi dalam menghadapi fluktuasi perubahan musim dan menjaga citra pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.Secara spesifik, penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas fasilitas indoor (X1) dan kapasitas antisipasi musim (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan Citra Pariwisata Yogyakarta (Y).Hal ini menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur ruang tertutup yang berkualitas dan sistem mitigasi cuaca yang andal mampu mengirimkan sinyal positif ke pasar mengenai kesiapan Yogyakarta sebagai destinasi all-weather (segala cuaca), yang pada akhirnya mereduksi persepsi negatif wisatawan terkait kendala musiman seperti curah hujan yang tinggi.Selain itu, Kualitas Pengalaman Berwisata (Z) berperan sebagai variabel mediator parsial (partial mediation) yang krusial dalam model penelitian ini.Efektivitas fasilitas indoor dan kesiapan manajemen musim akan jauh lebih masif dampaknya dalam mengatrol reputasi destinasi apabila wisatawan secara nyata merasakan pengalaman yang imersif, nyaman, dan berkesan selama berada di dalam atraksi tersebut.Ruang tertutup tidak sekadar berfungsi sebagai substitusi spasial atau tempat berteduh sementara saat cuaca ekstrem, melainkan harus dikelola sebagai teater panggung utama yang mampu memproduksi pengalaman bernilai tinggi (high-value experience) untuk mengompensasi kegagalan rencana perjalanan outdoor.Pembangunan infrastruktur fisik indoor yang responsif terhadap iklim dan orientasi layanan berbasis pengalaman wisatawan merupakan kunci fundamental dalam menciptakan ketahanan pariwisata daerah.Dengan mengukuhkan posisi sebagai destinasi yang resilien terhadap anomali iklim, Yogyakarta tidak hanya mampu menjaga stabilitas arus kunjungan sepanjang tahun, tetapi juga mengamankan reputasi dan citra kompetitifnya di pasar pariwisata global di era ketidakpastian iklim saat ini.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi diversifikasi atraksi wisata yang komprehensif, dengan mengintegrasikan narasi lokal ke dalam pameran seni digital atau taman bermain edukatif. Selain itu, penting untuk memberikan pendidikan bagi pelaku usaha mikro agar mereka dapat beradaptasi dengan pergeseran pola perjalanan wisatawan dari outdoor ke indoor. Transformasi ini akan menjadikan Yogyakarta sebagai model bagi destinasi lain dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui pendekatan yang kreatif. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran teknologi digital dan desain interior yang imersif dalam menciptakan pengalaman sensorik yang kompetitif dibandingkan objek wisata alam yang sangat bergantung pada kondisi atmosfer. Dengan demikian, Yogyakarta dapat terus meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional maupun internasional dalam jangka panjang.
- Vol. 12 No. 1 (2024) | Journal of Indonesian Tourism and Development Studies. vol journal indonesian... jitode.ub.ac.id/index.php/jitode/issue/view/46Vol 12 No 1 2024 Journal of Indonesian Tourism and Development Studies vol journal indonesian jitode ub ac index php jitode issue view 46
- Community Resilience on Marine Tourism Destination: A Case Study at Pulau Dua, Banggai Regency | Journal... doi.org/10.21776/ub.jitode.2024.012.01.05Community Resilience on Marine Tourism Destination A Case Study at Pulau Dua Banggai Regency Journal doi 10 21776 ub jitode 2024 012 01 05
| File size | 722.45 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
BMABERSAMABMABERSAMA Y = 0,744 0,243X1 0,535X2 1. Nilai adjusted R square adalah 0,881, menunjukkan bahwa variabel kepuasan konsumen (Y) dapat dijelaskan dengan variabel (Fasilitas)Y = 0,744 0,243X1 0,535X2 1. Nilai adjusted R square adalah 0,881, menunjukkan bahwa variabel kepuasan konsumen (Y) dapat dijelaskan dengan variabel (Fasilitas)
UINSAIDUINSAID Pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasi linier sederhana digunakan. Populasi terdiri dari 108 siswa, dari mana sampel 86 siswa dipilihPendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasi linier sederhana digunakan. Populasi terdiri dari 108 siswa, dari mana sampel 86 siswa dipilih
GREENPUBGREENPUB Perbedaan tersebut terlihat dari ketiadaan pembagian wilayah kabupaten atau kota serta tidak adanya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagai unsur esensialPerbedaan tersebut terlihat dari ketiadaan pembagian wilayah kabupaten atau kota serta tidak adanya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagai unsur esensial
PENERBITPENERBIT penelitian ini memiliki tujuan 1) untuk mengetahui pola penguatan toleransi di kampung moderasi beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta, 2) untuk mengetahuipenelitian ini memiliki tujuan 1) untuk mengetahui pola penguatan toleransi di kampung moderasi beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta, 2) untuk mengetahui
UCYUCY Observasi dilakukan oleh penulis dengan terlibat langsung dalam beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Harapan Fian. Peraturan Walikota Yogyakarta NomorObservasi dilakukan oleh penulis dengan terlibat langsung dalam beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Harapan Fian. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor
UMPARUMPAR Model yang dipilih dalam penelitian ini adalah model REM (random effect model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan di Daerah IstimewaModel yang dipilih dalam penelitian ini adalah model REM (random effect model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan di Daerah Istimewa
UBAYAUBAYA Penelitian ini memaparkan bahwa berdasarkan analisis kualitatif yang dilakukan, desentralisasi asimetris belum berhasil mewujudkan kesejahteraan masyarakatPenelitian ini memaparkan bahwa berdasarkan analisis kualitatif yang dilakukan, desentralisasi asimetris belum berhasil mewujudkan kesejahteraan masyarakat
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Penelitian ini menyimpulkan bahwa jumlah objek wisata dan jumlah hotel memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Sebaliknya,Penelitian ini menyimpulkan bahwa jumlah objek wisata dan jumlah hotel memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Sebaliknya,
Useful /
BMABERSAMABMABERSAMA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keselamatan Dan Kesehatan kerja (K3) dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT IntegritasTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keselamatan Dan Kesehatan kerja (K3) dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT Integritas
PENERBITPENERBIT Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan interdisipliner, menggabungkan wawasan antropologi budaya, psikologi sosial, dan studi agama.Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan interdisipliner, menggabungkan wawasan antropologi budaya, psikologi sosial, dan studi agama.
STTIFSTTIF Sampel ditentukan dengan total sampling dan didapatkan 50 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sebelum edukasi tingkat pengetahuan respondenSampel ditentukan dengan total sampling dan didapatkan 50 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sebelum edukasi tingkat pengetahuan responden
YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO Penelitian ini menyajikan gambaran komprehensif mengenai keterkaitan antara kepribadian, emosi, dan motivasi dalam membentuk kinerja organisasi, khususnyaPenelitian ini menyajikan gambaran komprehensif mengenai keterkaitan antara kepribadian, emosi, dan motivasi dalam membentuk kinerja organisasi, khususnya