UBAYAUBAYA
JURNAL YUSTIKA: MEDIA HUKUM DAN KEADILANJURNAL YUSTIKA: MEDIA HUKUM DAN KEADILANDesentralisasi yang diterapkan di Papua memiliki keunikan yang berbeda dengan provinsi lainnya yang memperoleh status otonomi khusus lainnya. Tujuan dari penerapan desentralisasi asimetris di Papua adalah untuk pemerataan pembangunan dan mencegah konflik di Papua. Tujuan tersebut berujung pada tercapainya kesejahteraan masyarakat Papua. Penelitian ini memaparkan bahwa berdasarkan analisis kualitatif yang dilakukan, desentralisasi asimetris belum berhasil mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua. Hal tersebut didasarkan pada capaian indeks pembangunan manusia yang menempatkan Papua sebagai provinsi terendah di Indonesia dan tren jumlah konflik di Papua yang cenderung mengalami peningkatan di tahun 2024.
Desentralisasi di Indonesia telah melalui perjalanan panjang.Pengaturan tentang pemerintahan daerah yang telah diatur pada Pasal 18 Konstitusi, telah menentukan pembagian daerah dari terbesar sampai ke tingkat paling kecil.Pasca amandemen, Pasal 18 UUD 1945 berubah dan berisi tentang prinsip desentralisasi yang lebih luas dibandingkan sebelumnya karena adanya pengakuan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang bersifat khusus sehingga mengakui pemerintahan daerah pada daerah istimewa seperti DKI Jakarta, Nanggroe Aceh Darusalam, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan khususnya Provinsi-Provinsi di Papua.Desentralisasi yang bersifat khusus tersebut dikenal dengan istilah desentralisasi asimetris dimana suatu daerah mendapat kewenangan khusus dari negara, dalam hal ini pemerintah Nasional, yang berbeda dengan daerah-daerah lainnya.Hal ini tertuang pada Undang-Undang Pemerintah Daerah Tahun 2004 yang menentukan bahwa provinsi diberikan otonomi terbatas sedangkan Kabupaten/Kota diserahkan otonomi seluas-luasnya.Namun pada daerah khusus, selain diterapkan otonomi berdasarkan Undang-Undang Pemerintah Daerah Tahun 2004, juga diterapkan aturan khusus yang lebih istimewa sebagai dasar pelaksanaan khusus.Papua sebagai daerah khusus juga mendapatkan keistimewaan, desentralisasi asimetris yang diberikan negara kepada Papua yang berbeda dengan provinsi lainnya di Indonesia antara lain, Pertama adanya DPRP (Dewan Perwakilan Rakyat Papua) dan MRP (Majelis Rakyat Papua).Kedua, tidak terdapat Satpol PP di Papua dan kewenangan peenrtiban adan pada Kepolisian Daerah berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi.Ketiga, berlakunya komponen keuangan yang berbeda dengan provinsi lain.Keempat, Gubernur dan Wakil Gubernur adalah orang asli Papua dimana pada beberapa daerah menggunakan Noken sebagai pengganti kotak suara Pemilu dan Pilkada.Kelima, adanya pengakuan negara terhadap terhadap simbol-simbol daerah seperti bendera dan lagu daerah namun hanya sebagai penghormatan terhadap jati diri Papua buka sebagai pengakuan atas kedaulatan Papua.Keenam, terdapat Peraturan Daerah Khusus tentang pengakuan dan perlindungan atas suku-suku asli Papua, hak ulayat serta hukum ada yang masih eksis dan berlaku di Papua.Berdasarkan analisis Penulis, desentralisasi asimetris di Papua belum berhasil mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Papua.Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan tren konflik di Papua dan belum tercapainya pemerataan pembangunan di Papua.Berdasarkan laporan Komnas HAM Perwakilan Papua, selama 1 Januari-1 Juni 2024 terdapat 41 (empat puluh satu) konflik kekerasan di Papua.Jumlah ini dinilai cukup tinggi karena hampir sama dengan total kasus kekerasan yang terjadi di sepanjang tahun 2023.Selanjutnya, berdasarkan capaian IPM Provinsi pada tahun 2023 masih menempatkan Papua sebagai provinsi terendah dengan nilai 63,01 meskipun Papua dinilai sebagai provinsi yang paling cepat mengalami peningkatan IPM namun cenderung tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan desentralisasi asimetris belum berhasil mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, desentralisasi asimetris di Papua belum berhasil mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari tren konflik di Papua yang masih tinggi dan belum tercapainya pemerataan pembangunan. Untuk memaksimalkan efek desentralisasi asimetris, diperlukan strategi ulang dan kajian yang mendalam. Pertama, perlu dilakukan evaluasi terhadap implementasi desentralisasi asimetris di Papua, termasuk analisis terhadap faktor-faktor yang menghambat pencapaian kesejahteraan masyarakat. Kedua, penting untuk melibatkan masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan dan pemberdayaan mereka dalam mengelola sumber daya lokal. Ketiga, pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan desentralisasi asimetris, termasuk dalam hal alokasi dana dan pengawasan. Dengan demikian, desentralisasi asimetris dapat lebih efektif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua.
| File size | 308.02 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
ITSMITSM Berdasarkan kesepakatan bersama mitra di peroleh kesepakatan Tiga Permasalahan Utama yang akan diselesaikan pada pemberdayaan wisata pada tahun 2024 yaitu:Berdasarkan kesepakatan bersama mitra di peroleh kesepakatan Tiga Permasalahan Utama yang akan diselesaikan pada pemberdayaan wisata pada tahun 2024 yaitu:
PELITABANGSAPELITABANGSA Perancangan resort di Pulau Gili Iyang dengan pendekatan arsitektur ekologi menghasilkan konsep kawasan yang responsif terhadap kondisi iklim, kontur,Perancangan resort di Pulau Gili Iyang dengan pendekatan arsitektur ekologi menghasilkan konsep kawasan yang responsif terhadap kondisi iklim, kontur,
STIEJBSTIEJB Luas lahan memiliki pengaruh signifikan terhadap produksi padi di Indonesia, di mana peningkatan luas lahan sebesar 1 persen meningkatkan hasil panen sekitarLuas lahan memiliki pengaruh signifikan terhadap produksi padi di Indonesia, di mana peningkatan luas lahan sebesar 1 persen meningkatkan hasil panen sekitar
NUSAMANDIRINUSAMANDIRI Namun, kurangnya media promosi dalam bahasa Indonesia dan Inggris menghambat kemajuan promosi program ini maupun desa secara keseluruhan. Program PengabdianNamun, kurangnya media promosi dalam bahasa Indonesia dan Inggris menghambat kemajuan promosi program ini maupun desa secara keseluruhan. Program Pengabdian
MAHADEWAMAHADEWA Indikator berpikir kritis yang paling banyak dimiliki oleh mahasiswa pendidikan matematika IKIP PGRI Jember yaitu Interpretation, sedangkan indikator berpikirIndikator berpikir kritis yang paling banyak dimiliki oleh mahasiswa pendidikan matematika IKIP PGRI Jember yaitu Interpretation, sedangkan indikator berpikir
MAHADEWAMAHADEWA Peserta didik yang aktif akan diberikan nilai tambahan selama proses pembelajaran, sehingga mendorong peserta didik yang kurang aktif agar lebih aktifPeserta didik yang aktif akan diberikan nilai tambahan selama proses pembelajaran, sehingga mendorong peserta didik yang kurang aktif agar lebih aktif
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian ini dilaksanakan di IKIP PGRI Bali pada tahun 2018 dengan sampel mahasiswa semester Va yang berjumlah 25 orang. Instrumen pengumpulan data adalahPenelitian ini dilaksanakan di IKIP PGRI Bali pada tahun 2018 dengan sampel mahasiswa semester Va yang berjumlah 25 orang. Instrumen pengumpulan data adalah
MAHADEWAMAHADEWA Sedangkan pada siswa dengan kemapuan sedang terdapat 2 indikator yang tidak terpenuhi dan siswa yang berkemampuan rendah tidak memenuhi semua indikatorSedangkan pada siswa dengan kemapuan sedang terdapat 2 indikator yang tidak terpenuhi dan siswa yang berkemampuan rendah tidak memenuhi semua indikator
Useful /
UNINDRAUNINDRA Penyebab utama kesalahan meliputi kurangnya pemahaman konsep dasar integral tentu, lemahnya keterampilan aljabar, ketidaktepatan prosedural, serta faktorPenyebab utama kesalahan meliputi kurangnya pemahaman konsep dasar integral tentu, lemahnya keterampilan aljabar, ketidaktepatan prosedural, serta faktor
NUSAMANDIRINUSAMANDIRI Komunitas UMKM Natar merupakan wadah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, yang terdiri dariKomunitas UMKM Natar merupakan wadah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, yang terdiri dari
UBHUBH Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik simak dengan catat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tindak tutur memuji yang lebih seringPenelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik simak dengan catat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tindak tutur memuji yang lebih sering
UBHUBH Hasil penelitian menunjukkan bahwa White Day merupakan perayaan yang populer dan diikuti secara luas oleh remaja pria Jepang sebagai wujud penghargaanHasil penelitian menunjukkan bahwa White Day merupakan perayaan yang populer dan diikuti secara luas oleh remaja pria Jepang sebagai wujud penghargaan