UBHUBH

Abstract of Undergraduate Research, Faculty of Humanities, Bung Hatta UniversityAbstract of Undergraduate Research, Faculty of Humanities, Bung Hatta University

Penelitian ini membahas tentang perayaan White Day di kalangan remaja pria Jepang sebagai bentuk balas budi atas hadiah yang diterima pada perayaan Valentine Day. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan kuesioner. Budaya memberi dan membalas hadiah dalam masyarakat Jepang dikaitkan dengan prinsip ongaeshi serta teori pemberian dari Marcell Mauss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa White Day merupakan perayaan yang populer dan diikuti secara luas oleh remaja pria Jepang sebagai wujud penghargaan sosial terhadap hubungan interpersonal.

Perayaan White Day merupakan budaya memberi sebagai balasan atas hadiah yang diterima pada Valentine Day.Perayaan ini sangat populer di kalangan remaja pria Jepang karena banyak yang mengikuti dan menyukainya.Seseorang cenderung memberikan hadiah yang pantas dan layak diterima oleh teman wanitanya sebagai bentuk penghargaan sosial.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh media sosial terhadap persepsi remaja Jepang terhadap nilai hadiah di White Day, apakah hadiah dipilih berdasarkan nilai emosional atau tekanan sosial dari tren online. Kedua, penting untuk mengkaji perbandingan antara generasi muda dan dewasa dalam memaknai tradisi White Day, untuk melihat apakah makna budaya balas budi masih kental atau telah bergeser menjadi konsumerisme semata. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang dampak ekonomi mikro dari perayaan White Day terhadap produsen lokal, khususnya apakah tradisi ini memberi manfaat nyata bagi UMKM atau hanya menguntungkan perusahaan besar, sehingga dapat dipahami dimensi sosial-ekonomi yang lebih luas di balik praktik budaya ini.

Read online
File size198.87 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test