IAINIAIN

Journal Of Biology EducationJournal Of Biology Education

Penelitian ini mengkaji tingkat kepercayaan epistemologis serta hubungannya dengan literasi ilmiah dan jenis kelamin pada guru Biologi pra‑layanan di Negara Bagian Osun, Nigeria. Desain survei deskriptif diterapkan dengan melibatkan 221 peserta yang dipilih secara purposif dari dua Perguruan Tinggi Pendidikan. Dua instrumen, Skala Kepercayaan Epistemologis (reliabilitas = 0,77) dan Skala Literasi Ilmiah (reliabilitas = 0,72), digunakan untuk mengumpulkan data. Statistik deskriptif (rata‑rata dan standar deviasi) diterapkan untuk menilai tingkat kepercayaan epistemologis, sementara Korelasi Pearson Product‑Moment digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa guru Biologi pra‑layanan memiliki tingkat kepercayaan epistemologis yang tinggi. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kepercayaan epistemologis dan literasi ilmiah (r = -0,16, p > 0,05), kepercayaan epistemologis dan jenis kelamin (r = 0,03, p > 0,05), atau literasi ilmiah dan jenis kelamin (r = 0,62, p > 0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun guru pra‑layanan memiliki kepercayaan epistemologis yang kuat, kepercayaan tersebut tidak berhubungan secara signifikan dengan literasi ilmiah maupun jenis kelamin. Oleh karena itu, faktor‑faktor selain kepercayaan epistemologis kemungkinan memengaruhi literasi ilmiah pada guru Biologi pra‑layanan, yang menuntut penelitian lebih lanjut mengenai variabel‑variabel kontributif lainnya.

Penelitian menyimpulkan bahwa guru Biologi pra‑layanan di Perguruan Tinggi Pendidikan memiliki tingkat kepercayaan epistemologis yang tinggi, yang sangat mendukung persiapan mereka untuk karier mengajar profesional di masa depan.Dari temuan diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara kepercayaan epistemologis dan literasi ilmiah pada guru Biologi pra‑layanan di perguruan tinggi pendidikan.Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara kepercayaan epistemologis dengan jenis kelamin, serta antara literasi ilmiah dengan jenis kelamin guru Biologi pra‑layanan di wilayah studi.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi variabel-variabel lain yang berpotensi memengaruhi literasi ilmiah, seperti efikasi mengajar, motivasi belajar, dan keterampilan metakognitif, untuk memahami kontribusi masing-masing faktor secara lebih komprehensif. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perubahan kepercayaan epistemologis dan literasi ilmiah selama masa pendidikan guru akan memberikan wawasan tentang dinamika perkembangan kompetensi tersebut dari awal hingga akhir program. Selanjutnya, dilakukan desain eksperimen intervensi yang dirancang khusus untuk meningkatkan kepercayaan epistemologis melalui strategi pembelajaran berbasis penyelidikan, kemudian menilai dampaknya terhadap peningkatan literasi ilmiah dengan memperhatikan perbedaan gender, sehingga dapat mengidentifikasi apakah peningkatan epistemologis berkontribusi pada perbaikan kemampuan ilmiah di antara calon guru Biologi.

  1. Influence of teachers’ self-efficacy on secondary school students’ self-efficacy in biology... doi.org/10.22219/jpbi.v8i1.17231Influence of teachersAo self efficacy on secondary school studentsAo self efficacy in biology doi 10 22219 jpbi v8i1 17231
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s40299-018-0384-3Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s40299 018 0384 3
  3. Self-efficacy, Epistemological Beliefs, and Academic Performance in Physics: A Mediation Analysis | Philippine... doi.org/10.52006/main.v6i2.749Self efficacy Epistemological Beliefs and Academic Performance in Physics A Mediation Analysis Philippine doi 10 52006 main v6i2 749
Read online
File size199.04 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test