UNSAPUNSAP

Repository FKIP UNSAPRepository FKIP UNSAP

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru biologi pemula dalam model pembelajaran Blended Collaborative Problem Based Learning (BCPBL). Kesiapan tersebut mencakup aspek pedagogik, penguasaan materi, keterampilan kolaboratif, dan kemampuan menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan biologi yang sedang menempuh semester akhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru pemula masih berada pada kategori sedang, terutama dalam penerapan pendekatan kolaboratif dan integrasi teknologi. Diperlukan pelatihan lebih lanjut dan pendampingan intensif agar calon guru mampu mengimplementasikan BCPBL secara efektif.

Kesiapan guru biologi pemula dalam menerapkan BCPBL masih tergolong sedang.Aspek yang paling memerlukan peningkatan adalah keterampilan kolaboratif dan pemanfaatan teknologi pembelajaran.Pelatihan terstruktur dan pendampingan selama praktik mengajar perlu ditingkatkan untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan kesiapan menghadapi kelas modern.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan berbasis mikroteaching yang dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan kolaboratif calon guru dalam lingkungan BCPBL. Kedua, sebaiknya dikembangkan penelitian tentang pengaruh penggunaan platform digital tertentu terhadap keterlibatan siswa dan kualitas interaksi kolaboratif selama pembelajaran berbasis masalah. Ketiga, diperlukan studi tindakan kelas yang melibatkan pendampingan mentor selama satu semester penuh untuk melihat perkembangan kesiapan mengajar secara longitudinal. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih mendalam mengenai strategi intervensi yang paling efektif dalam mempersiapkan guru pemula. Fokus pada integrasi teknologi dan pendekatan kolaboratif akan memperkuat relevansi model BCPBL di lapangan. Dengan pendekatan penelitian yang sistematis, lembaga pendidikan guru dapat menyempurnakan kurikulum pelatihan. Selain itu, hasil penelitian bisa menjadi dasar perumusan kebijakan peningkatan kualitas guru. Pengembangan instrumen penilaian kesiapan yang spesifik untuk BCPBL juga patut dieksplorasi. Studi-studi tersebut penting untuk memastikan kesiapan calon guru menyentuh aspek-aspek krusial dalam pembelajaran modern. Akhirnya, kombinasi antara pelatihan intensif, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Read online
File size1.94 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test