MCMC

Ukazh : Journal of Arabic StudiesUkazh : Journal of Arabic Studies

Meningkatnya penggunaan ChatGPT sebagai sumber belajar bahasa Arab menuntut evaluasi kritis terhadap ketepatan analisis nahwu yang dihasilkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keakuratan dan ketepatan irab pada kalimat bahasa Arab yang dihasilkan oleh ChatGPT. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential exploratory. Data berupa 12 kalimat dengan variasi struktur sintaksis dikumpulkan secara purposive dan dianalisis melalui content analysis. Analisis kualitatif mengungkap kesalahan pada struktur kompleks, seperti al-bina lil-majhul, multi-maful, uslub syarṭ, istifham, serta taqdim–takhir dan irab taqdir. Kesalahan juga mencakup penentuan fail, ketidaktepatan tanda irab, serta inkonsistensi redaksi. Hasil kuantitatif menunjukkan tingkat akurasi sebesar 46,81% (44/94), yang mengindikasikan bahwa ChatGPT cukup mampu mengenali pola dasar nahwu. Namun, Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT pada tingkat dasar justru berisiko menanamkan kesalahan konseptual. Oleh karena itu, ChatGPT tidak dapat menggantikan rujukan nahwu klasik dan harus digunakan secara kritis serta diverifikasi dengan sumber otoritatif.

Kemampuan ChatGPT versi gratis dalam menganalisis irāb masih berada pada tingkat rendah hingga sedang dengan persentase akurasi sebesar 46,81%.ChatGPT cenderung tepat pada struktur nahwu yang sederhana dan umum, tetapi masih banyak mengalami kesalahan pada struktur kompleks.Kesalahan tersebut mencakup kekeliruan dalam menentukan kedudukan unsur kalimat, seperti mubtada, khabar, fāil, mafūl bih, nāib al-fāil, badal, dan aṭf bayan, mafūl muṭlaq, ẓarf, nat, dan tamyīz, ketidaktepatan juga terdapat dalam mengidentifikasi bentuk dan kategori gramatikal, seperti fiil malūm dan majhūl, ta al-fāil dan ta at-tanīts, munādā, isim fāil, serta kelemahan dalam memahami hubungan antarunsur kalimat, terutama pada struktur yang mengandung taqdīm–takhīr dan hubungan āmil dengan mamūlnya.Hal ini menunjukkan bahwa ChatGPT lebih mampu mengenali pola bahasa permukaan dibandingkan melakukan analisis sintaksis mendalam yang memerlukan pemahaman kaidah nahwu klasik.

Pertama, perlu dikembangkan model AI yang dilatih menggunakan korpus nahwu klasik agar lebih sensitif terhadap struktur sintaksis Arab. Kedua, integrasi AI dengan pendekatan tradisional dalam pembelajaran bahasa Arab dapat meningkatkan akurasi analisis irāb. Ketiga, penelitian lanjutan perlu fokus pada evaluasi kemampuan AI dalam memahami konsep taqdīr, ḥażf, dan qarinah yang kompleks dalam gramatika bahasa Arab.

Read online
File size624.71 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test