UNIBOSUNIBOS

PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and ResearchPALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi takaran arang sekam dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan Integrated Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa, di JL. Raya Poros Sapayya, Desa Bontoramba, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Penelitian ini dimulai pada bulan Mei sampai Juli 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu tanpa arang sekam dan pupuk kandang ayam sebagai kontrol, 500 g arang sekam 50 g pupuk kandang ayam, 600 g arang sekam 60 g pupuk kandang ayam, 700 g arang sekam 70 g pupuk kandang ayam dan 800 g arang sekam 80 g pupuk kandang ayam serta 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan dan produksi terbaik yaitu dengan dosis kombinasi 800 g arang sekam dan 80 g pupuk kandang ayam yang mampu memberikan pertumbuhan dan produksi pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah polong, berat polong berisi, berat biji 100 g/ plot, berat biji pertanaman.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan kombinasi dosis arang sekam dan pupuk kandang ayam 80 g arang sekam 80 g pupuk kandang ayam yang memberikan hasil rata- rata terbaik dengan jumlah buah paling banyak yaitu P4 dengan rata 92,3 g sedangkan rata- rata jumlah buah paling sedikit yaitu P0 (tanpa perlakuan) dengan rata- rata 32,9 g.Berdasarkan hasil berat buah tanaman kedelai, terlihat bahwa perlakuan kombinasi dosis arang sekam dan pupuk kandang ayam memberikan hasil rata-rata berat 25,7 g buah per tanaman kedelai yang paling terbesar yaitu perlakuan P4 sedangkan yang paling terkecil yaitu P0 (tanpa perlakuan) dengan rata-rata 12,7 g.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh kombinasi arang sekam dan pupuk kandang ayam terhadap berbagai varietas kedelai lokal untuk mengetahui apakah respons pertumbuhan dan produksi serupa pada genotipe yang berbeda, sehingga dapat diidentifikasi varietas yang paling responsif terhadap pemupukan organik ini; selanjutnya, studi dapat meneliti variasi dosis dan jadwal aplikasi, misalnya membagi total dosis menjadi beberapa kali aplikasi selama fase vegetatif dan generatif, untuk menentukan strategi pemupukan yang optimal dalam meningkatkan hasil dan efisiensi penggunaan nutrisi; terakhir, penelitian dapat memperluas fokus dengan membandingkan arang sekam dengan sumber biochar lain atau pupuk organik alternatif, serta menilai dampaknya terhadap sifat fisik‑kimia tanah dan komunitas mikroba, yang akan memberikan gambaran lebih komprehensif tentang kontribusi jangka panjang praktik pemupukan ini terhadap kesuburan tanah dan keberlanjutan pertanian.

Read online
File size532.05 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test