STAISDHARMASTAISDHARMA

Kusuma: Jurnal Pengabdian kepada MasyarakatKusuma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Penurunan kekuatan otot merupakan faktor yang memengaruhi performa fungsional dan kapasitas kerja pada usia produktif. Handgrip strength merupakan metode praktis untuk mendeteksi penurunan tersebut secara kuantitatif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi status kekuatan otot melalui pemeriksaan handgrip strength serta menyampaikan edukasi mengenai pencegahan penurunan fungsi otot. Pemeriksaan dilakukan terhadap individu usia produktif menggunakan alat ukur handgrip digital. Data dikumpulkan dari 49 peserta, terdiri atas 25 laki-laki dan 24 perempuan. Nilai kekuatan genggam tangan dicatat dan dikategorikan ke dalam status normal atau lemah. Selanjutnya, peserta menerima edukasi melalui poster visual yang menjelaskan hubungan antara gaya hidup, kekuatan otot, dan produktivitas. Rerata handgrip strength pada laki-laki adalah 36 kg (SD 8,75) dan pada perempuan sebesar 22,94 kg (SD 9). Proporsi peserta dengan kekuatan otot lemah mencapai 10,20% pada laki-laki dan 12,24% pada perempuan. Pemeriksaan ini berhasil mengidentifikasi kelompok berisiko yang tidak menunjukkan gejala klinis sebelumnya. Pemeriksaan handgrip strength efektif digunakan sebagai sarana skrining awal terhadap risiko penurunan kekuatan otot di usia produktif. Edukasi berbasis hasil pemeriksaan dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan gaya hidup menuju pemeliharaan fungsi otot jangka panjang.

Pemeriksaan handgrip strength pada populasi usia produktif dapat digunakan sebagai indikator fungsional awal terhadap risiko penurunan kekuatan otot yang berdampak pada produktivitas.Proporsi individu dengan nilai kekuatan genggam tangan rendah menunjukkan pentingnya deteksi dini terhadap disfungsi muskuloskeletal tersembunyi.Edukasi berbasis hasil pemeriksaan memungkinkan peningkatan kesadaran mengenai pentingnya aktivitas fisik dan gaya hidup sehat dalam menjaga performa otot.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki apakah program intervensi fisik yang dipandu oleh hasil skrining handgrip strength dapat menurunkan tingkat penurunan kekuatan otot pada populasi usia produktif selama periode waktu satu hingga dua tahun, dengan mengukur perubahan nilai handgrip serta indikator fungsional lainnya (Pertanyaan penelitian: Bagaimana pengaruh program latihan terstruktur yang berbasis hasil skrining terhadap progresi penurunan kekuatan otot?). Selanjutnya, studi observasional kohort dapat memperluas analisis dengan menambahkan pengukuran biomarker inflamasi dan metabolik (misalnya CRP, insulin, profil lipid) untuk mengevaluasi korelasi antara nilai handgrip strength dan status kesehatan internal, sehingga menjawab pertanyaan: Apakah nilai handgrip strength dapat menjadi prediktor non‑invasif bagi gangguan metabolik pada individu usia produktif? Terakhir, penelitian eksperimental dapat membandingkan efektivitas berbagai metode edukasi—seperti poster visual tradisional versus aplikasi mobile interaktif—dalam meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku gaya hidup, dengan fokus pada pertanyaan: Metode edukasi mana yang paling efektif dalam memotivasi perubahan kebiasaan fisik dan nutrisi setelah skrining handgrip strength? Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperkuat basis bukti mengenai utilitas skrining handgrip strength serta strategi pencegahan yang optimal.

Read online
File size423.24 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test