UKITORAJAUKITORAJA

Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah DasarElementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDIP YLPI Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas IV dan siswa kelas IV SDIP YLPI Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning pada pembelajaran IPAS telah terlaksana dengan baik sesuai tahapan PjBL, yaitu memulai dengan pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal, memonitor kemajuan proyek, menguji hasil, dan mengevaluasi. Penerapan model ini mampu meningkatkan keterlibatan, kreativitas, kerja sama, dan keterampilan komunikasi siswa selama proses pembelajaran. Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa kendala, seperti kesulitan guru dalam menyusun pertanyaan pemantik yang menarik, keterbatasan media pembelajaran, manajemen waktu, keterlibatan siswa yang belum merata, serta keterbatasan waktu dalam penilaian proyek. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala tersebut antara lain menggunakan media pembelajaran alternatif, meningkatkan kolaborasi dengan siswa dan orang tua, menyusun jadwal yang fleksibel, serta memberikan bimbingan dan umpan balik secara berkelanjutan. Dengan demikian, model Project Based Learning dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada pembelajaran IPAS di kelas IV SDIP YLPI Pekanbaru, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PjBL telah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan sintaks pembelajaran berbasis proyek.Pelaksanaan pembelajaran meliputi tahapan memulai dengan pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal, memonitor kemajuan proyek, menguji hasil, dan mengevaluasi.Pada tahap memulai dengan pertanyaan mendasar, guru telah memberikan pertanyaan pemantik yang mampu meningkatkan perhatian dan rasa ingin tahu siswa terhadap materi pembelajaran.Pada tahap mendesain perencanaan proyek, guru memberikan informasi mengenai proyek yang akan dilaksanakan, membagi siswa ke dalam kelompok, serta menyusun aturan kerja bersama siswa.Selanjutnya, pada tahap menyusun jadwal, guru dan siswa menyepakati waktu pelaksanaan proyek sehingga kegiatan dapat berjalan secara terstruktur.Pada tahap memonitor kemajuan proyek, guru berperan aktif dalam membimbing dan mengawasi siswa selama proses pengerjaan proyek.Pada tahap menguji hasil, siswa menyusun laporan dan mempresentasikan hasil proyek yang telah dibuat.Sementara itu, pada tahap evaluasi, guru bersama siswa melakukan refleksi dan penilaian terhadap hasil kegiatan pembelajaran.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala dalam penerapan model Project Based Learning pada pembelajaran IPAS di kelas IV SDIP YLPI Pekanbaru.Kendala tersebut meliputi kesulitan guru dalam menyusun pertanyaan yang menarik, keterbatasan media pembelajaran, rendahnya keterlibatan sebagian siswa, keterbatasan waktu pelaksanaan proyek, kesulitan dalam melakukan pengawasan dan penilaian proyek, serta keterbatasan kemampuan siswa dalam menyusun laporan dan melakukan presentasi.Meskipun demikian, guru telah berupaya mengatasi kendala tersebut melalui pendampingan, penggunaan media alternatif, pengaturan jadwal yang fleksibel, serta pemberian bimbingan secara intensif kepada siswa.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: . . 1. Mengembangkan penelitian tentang efektivitas penggunaan media berbasis teknologi dalam pembelajaran berbasis proyek, khususnya dalam meningkatkan kemampuan 4C (critical thinking, creativity, collaboration, dan communication) siswa. . . 2. Meneliti lebih lanjut tentang strategi guru dalam menerapkan model Project Based Learning pada pembelajaran IPAS, termasuk dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran dan sumber belajar yang beragam. . . 3. Melakukan studi komparatif tentang penerapan model Project Based Learning pada mata pelajaran lain di sekolah dasar, serta mengidentifikasi tantangan dan keberhasilan yang berbeda dalam setiap mata pelajaran. . . Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam pengembangan pembelajaran inovatif dan efektif di sekolah dasar, khususnya dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Read online
File size748.76 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test