STAI YPBWISTAI YPBWI

Journal of Early Childhood Education StudiesJournal of Early Childhood Education Studies

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi anak usia dini melalui penggunaan sumber lingkungan alam. Subjek penelitian berjumlah 32 anak usia 5–6 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan kategori penilaian Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian pada tahap prasiklus menunjukkan bahwa kemampuan numerasi anak masih rendah, dengan 24 anak (75%) berada pada kategori BB, 5 anak (16%) pada kategori MB, dan 3 anak (9%) pada kategori BSH. Setelah dilakukan pembelajaran pada siklus I pertemuan pertama, terjadi peningkatan kemampuan numerasi anak, yaitu 11 anak (34%) pada kategori BB, 9 anak (28%) pada kategori MB, 7 anak (22%) pada kategori BSH, dan 5 anak (16%) pada kategori BSB. Peningkatan kembali terjadi pada siklus I pertemuan kedua, dengan 3 anak (9%) pada kategori BB, 5 anak (16%) pada kategori MB, 15 anak (47%) pada kategori BSH, dan 9 anak (28%) pada kategori BSB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sumber lingkungan alam dapat meningkatkan kemampuan numerasi anak usia dini.

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan berhitung dengan memanfaatkan sumber lingkungan alam mampu meningkatkan kemampuan numerasi anak secara signifikan dan menunjukkan hasil yang memuaskan.Peningkatan tersebut terlihat secara bertahap pada setiap siklus dan pertemuan pembelajaran yang dilaksanakan, di mana terjadi perubahan positif pada kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan, menghitung, serta mencocokkan jumlah benda dengan simbol angka.Selain itu, penggunaan media berbasis lingkungan alam juga memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan bermakna bagi anak.Anak menjadi lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran karena mereka belajar melalui benda-benda nyata yang ada di sekitar mereka, seperti batu, daun, dan biji-bijian.Kondisi ini membuat proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada pengalaman belajar yang dialami oleh anak.Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa kegiatan berhitung menggunakan sumber lingkungan alam tidak hanya meningkatkan kemampuan numerasi anak, tetapi juga menciptakan proses pembelajaran yang lebih menyenangkan, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan bahan alam lainnya seperti batu, daun, atau biji-bijian untuk meningkatkan pemahaman konsep numerasi. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak jangka panjang metode pembelajaran ini terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan lingkungan alam dengan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman belajar anak.

  1. Pemanfaatan Bahan Alam Lingkungan sebagai Media Pembelajaran Seni Rupa Anak Usia Dini | Jurnal Obsesi... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/4606Pemanfaatan Bahan Alam Lingkungan sebagai Media Pembelajaran Seni Rupa Anak Usia Dini Jurnal Obsesi obsesi index php obsesi article view 4606
  2. One moment, please.... one moment please wait request verified ejournal.staialamin.ac.id/index.php/pengabdian/article/view/201One moment please one moment please wait request verified ejournal staialamin ac index php pengabdian article view 201
Read online
File size447.31 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test