STKIPSILIWANGISTKIPSILIWANGI

Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar SekolahEmpowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses implementasi, efektivitas, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi informasi peserta didik Paket C di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain exploratory sequential dan melibatkan 25 peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, serta tes pretest–posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBL dilaksanakan secara bertahap, mulai dari persiapan hingga presentasi gagasan, yang mendorong keaktifan peserta didik dalam menganalisis masalah nyata, mencari dan mengevaluasi informasi, serta menyusun solusi secara logis. Analisis deskriptif menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 61,48 pada pretest menjadi 84,12 pada posttest. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,57 (kategori sedang). Faktor pendukung meliputi dukungan kelembagaan, kompetensi pendidik, sarana prasarana, dan kolaborasi peserta didik, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, media, perbedaan kemampuan, dan kompleksitas masalah. Penelitian ini menegaskan bahwa PBL efektif apabila didukung pengelolaan pembelajaran yang optimal.

Berdasarkan hasil penelitian, implementasi model Problem-Based Learning (PBL) di SKB Bandung Barat terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi informasi peserta didik.Proses PBL mendorong peserta didik menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, menganalisis informasi, dan merumuskan solusi.Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan nilai rata-rata dari pretest ke posttest dan nilai N-Gain yang berada di kategori sedang hingga tinggi.Efektivitas PBL didukung oleh infrastruktur, peran guru, dan lingkungan belajar yang kondusif, meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan peserta didik, dan kurangnya kepercayaan diri.Secara keseluruhan, PBL merupakan strategi pembelajaran yang cocok untuk membentuk peserta didik yang kritis, mandiri, dan terampil dalam mengelola informasi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model PBL yang lebih adaptif dan kontekstual. Penelitian dapat dilakukan dengan mengkaji strategi-strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, seperti penggunaan media interaktif atau pendekatan kolaboratif. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam berdiskusi dan menyampaikan pendapat. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di SKB dan mendorong pengembangan kompetensi abad ke-21 peserta didik.

Read online
File size251.16 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test