STKIPSILIWANGISTKIPSILIWANGI

Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar SekolahEmpowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana model layanan kelas deep learning diimplementasikan dalam pembelajaran Paket C di PKBM Al‑Insan. Pendekatan kualitatif menggunakan observasi dan deskripsi proses pembelajaran dipakai untuk menilai pelaksanaan deep learning. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran Paket C masih didasarkan pada kerangka kerja pra‑deep learning, sehingga penerapan deep learning belum terintegrasi secara konseptual maupun praktis. Disarankan peningkatan kompetensi tutor dan pengembangan lingkungan belajar yang mendukung.

Penelitian ini konfirmasi bahwa penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran Paket C di PKBM Al‑Insan belum sepenuhnya terwujud secara praktikal.Meskipun proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan tahap‑tahap instruksional tradisional—persiapan, implementasi, dan evaluasi—komponen‑komponennya masih sangat didasarkan pada kerangka pra‑deep learning.Akibatnya, praktik belajar yang diamati masih didominasi metode ceramah dan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip‑prinsip deep learning.Tantangan utama terletak pada kompetensi tutor dan pengelolaan lingkungan belajar.Untuk mencapai penerapan yang efektif, diperlukan peningkatan kompetensi konsep dan pedagogi deep learning pada guru, serta perancangan ulang materi pelajaran, rencana pelajaran, dan suasana belajar yang selaras dengan prinsip‑prinsip deep learning.

Sebuah penelitian lanjutan dapat memeriksa dampak pelatihan kompetensi tutor deep learning terhadap kualitas pembelajaran Paket C, sehingga dapat dilihat apakah peningkatan kompetensi guru secara langsung meningkatkan pemahaman dan keterampilan kritis siswa. Penelitian lain dapat mengeksplorasi penerapan teknologi digital, misalnya platform e‑learning berbasis AI, untuk memfasilitasi implementasi deep learning di PKBM, sehingga memudahkan tutor merealisasikan metode mindful, meaningful, dan joyful learning. Selanjutnya, studi dapat menilai persepsi siswa terhadap pengalaman belajar setelah materi dan lingkungan dirancang ulang, sehingga dapat diketahui apakah pendekatan baru meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar. Keempat, pengembangan model evaluasi yang lebih fokus pada proses kognitif siswa dapat membantu menilai apakah pembelajaran deep learning benar-benar menghasilkan pemahaman konseptual, bukan τύmer memorisasi. Kelima, kolaborasi antara PKBM dan lembaga pendidikan formal dapat dievaluasi untuk mengidentifikasi mekanisme transfer belajar yang efektif antara sistem formal dan nonformal. Semua saran ini harus dijalankan dalam lingkup yang mempertimbangkan konteks lokal PKBM Al‑Insan, sehingga hasilnya secara empiris dapat dipelajari melalui metodologi campuran yang kuat.

  1. Deep Learning sebagai Pendekatan Transformasional dalam Pendidikan: Sebuah Tinjauan Literatur | Jurnal... doi.org/10.30605/jsgp.8.3.2025.7021Deep Learning sebagai Pendekatan Transformasional dalam Pendidikan Sebuah Tinjauan Literatur Jurnal doi 10 30605 jsgp 8 3 2025 7021
Read online
File size182.96 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test