STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI

JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)

Resistensi guru terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dipengaruhi oleh beban administratif, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya pendampingan teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan, resistensi, dan harapan guru terkait implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 21 Ambon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, mengandalkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan metode Colaizzi untuk mengidentifikasi tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan memahami konsep kurikulum, keterbatasan pelatihan dan infrastruktur, serta peningkatan beban administratif menjadi faktor utama resistensi. Guru berharap adanya sistem mentoring berkelanjutan, pelatihan berbasis komunitas, dan pelibatan aktif dalam perencanaan kebijakan untuk mendukung implementasi kurikulum secara efektif.

Penelitian ini mengidentifikasi bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 21 Ambon menghadapi tantangan utama berupa kurangnya pemahaman konsep, keterbatasan infrastruktur, dan beban administratif yang tinggi.Guru menganggap kurikulum tersebut terlalu abstrak bagi siswa SMP dan menilai bahwa minimnya akses pelatihan daring serta kurangnya pendampingan langsung memperparah resistensi.Diharapkan pemerintah menyediakan sistem mentoring berkelanjutan dan pelatihan berbasis komunitas yang melibatkan dinas pendidikan serta mentor lokal, serta melibatkan guru dalam perencanaan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas implementasi.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas model pelatihan hibrida yang menggabungkan pembelajaran daring dengan pendampingan tatap muka oleh mentor lokal untuk guru di daerah terpencil, sehingga dapat mengatasi keterbatasan infrastruktur dan meningkatkan kesiapan guru. Penelitian lain dapat mengembangkan modul panduan praktis yang disesuaikan dengan mata pelajaran spesifik seperti Matematika, IPA, dan IPS, serta menguji dampaknya terhadap kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek pada Kurikulum Merdeka. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti bagaimana partisipasi aktif guru dalam proses perumusan kebijakan pendidikan memengaruhi tingkat resistensi dan kualitas pelaksanaan kurikulum, dengan fokus pada faktor-faktor motivasi, kepemilikan, dan keberlanjutan dukungan teknis serta emosional.

  1. Strategi Pelibatan Masyarakat Dalam Peningkatan Kualitas Sekolah di MAN 2 Kota Bandung | ALACRITY : Journal... doi.org/10.52121/alacrity.v4i2.347Strategi Pelibatan Masyarakat Dalam Peningkatan Kualitas Sekolah di MAN 2 Kota Bandung ALACRITY Journal doi 10 52121 alacrity v4i2 347
Read online
File size364.85 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test