JURNALP4IJURNALP4I

BUDGETING : Jurnal Ilmu Administrasi, Manajemen dan BisnisBUDGETING : Jurnal Ilmu Administrasi, Manajemen dan Bisnis

Dominasi orientasi pertumbuhan ekonomi dalam sistem pembangunan modern sering kali belum mampu menjawab kebutuhan kesejahteraan manusia secara utuh. Kondisi ini memunculkan urgensi untuk menelaah kembali falah sebagai paradigma filosofis alternatif yang menempatkan kesejahteraan material, spiritual, dan moral secara terpadu dalam pembangunan ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep falah sebagai tujuan sekaligus arah pembangunan ekonomi Islam melalui perspektif ontologis, epistemologis, aksiologis, dan aplikatif. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filosofis-kritis melalui tiga tahapan, yaitu identifikasi konsep falah dalam sumber normatif Islam, kajian literatur fikih klasik dan pemikiran kontemporer, serta interpretasi filosofis terhadap relasinya dengan maqāṣid al-syarīah dan kesejahteraan Islami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, falah merepresentasikan kesejahteraan hakiki yang mencakup dimensi material, spiritual, dan moral, dengan manusia berperan sebagai khalifah yang memikul tanggung jawab sosial dan transendental. Secara epistemologis, falah berakar pada maqāṣid al-syarīah yang membentuk orientasi pengetahuan ekonomi Islam menuju perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dari sisi aksiologis, falah berfungsi sebagai prinsip etik sekaligus tujuan akhir aktivitas ekonomi yang menekankan keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan. Temuan penelitian menegaskan kebaruan bahwa falah tidak hanya diposisikan sebagai indikator kesejahteraan Islami, tetapi juga sebagai fondasi filosofis yang mengintegrasikan dimensi normatif, etik, dan pembangunan berkelanjutan dalam ekonomi Islam. Implikasi teoritis penelitian ini memperkuat pengembangan paradigma pembangunan ekonomi Islam yang tidak semata berorientasi pada pertumbuhan, melainkan pada distribusi keadilan, keberkahan, tanggung jawab sosial, dan nilai ibadah sebagai ukuran keberhasilan pembangunan. Dengan demikian, falah dapat dipahami sebagai kerangka filosofis komprehensif yang relevan untuk merekonstruksi arah pembangunan ekonomi Islam yang lebih adil, berkelanjutan, dan berpusat pada kemaslahatan manusia.

Penelitian menunjukkan bahwa falah bukan sekadar indikator kesejahteraan Islam, melainkan landasan filosofis integratif yang menghubungkan tujuan, pengetahuan, dan nilai dalam ekonomi Islam.Model integratif yang dikembangkan mengaitkan fondasi ontologis (tawḥīd), struktur epistemologis (maqāṣid al‑sharīʿah), dan dimensi aksiologis (keadilan, kepercayaan, kesejahteraan kolektif) untuk memberikan kerangka konseptual baru bagi kebijakan ekonomi Islam.Karena keterbatasan metodologi kualitatif, penelitian selanjutnya perlu menguji model falah secara kuantitatif, membandingkan kebijakan, serta menganalisis hubungan antara religiositas, perilaku etik, kualitas institusi, dan hasil kesejahteraan dalam masyarakat Muslim.

Penelitian lanjutan dapat menguji secara kuantitatif model pengukuran falah dengan merancang indeks yang menggabungkan dimensi material, spiritual, dan moral, sehingga dapat dipakai untuk membandingkan tingkat kesejahteraan antarnegara Muslim. Selanjutnya, studi komparatif kebijakan dapat membandingkan penerapan kerangka falah dalam kebijakan ekonomi di berbagai negara, misalnya antara Indonesia, Malaysia, dan Turki, untuk mengidentifikasi faktor-faktor institusional yang memperkuat atau menghambat implementasi prinsip falah. Terakhir, penelitian empiris dapat menyelidiki hubungan antara tingkat religiositas masyarakat, perilaku etika bisnis, kualitas institusi, dan hasil kesejahteraan, guna memahami bagaimana nilai-nilai falah berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Ketiga arah penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang operationalisasi falah, memberikan bukti empiris untuk kebijakan, dan meningkatkan relevansi teori ekonomi Islam dalam konteks modern.

  1. SMART Insight. smart insight ekonomi islam eii scientific publication published research institute sharia... doi.org/10.58968/msr.v2i1.309SMART Insight smart insight ekonomi islam eii scientific publication published research institute sharia doi 10 58968 msr v2i1 309
  2. Ekonomi Islam (Sebuah Tinjauan Filsafat: Ontologi; Epistemologi; Aksiologi) | EKALAYA : Jurnal Ekonomi... jurnal.kalimasadagroup.com/index.php/ekalaya/article/view/815Ekonomi Islam Sebuah Tinjauan Filsafat Ontologi Epistemologi Aksiologi EKALAYA Jurnal Ekonomi jurnal kalimasadagroup index php ekalaya article view 815
  3. PARADIGMA KARAKTERISTIK EKONOMI SYARIAH | Yunilhamri | AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam. paradigma... doi.org/10.30829/ajei.v9i2.22989PARADIGMA KARAKTERISTIK EKONOMI SYARIAH Yunilhamri AT TAWASSUTH Jurnal Ekonomi Islam paradigma doi 10 30829 ajei v9i2 22989
  4. Analisis Bibliometric: Pemetaan Terhadap Modal Sosial Sebagai Instrument Pengentasan Kemiskinan dalam... ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/ikhtisar/article/view/642Analisis Bibliometric Pemetaan Terhadap Modal Sosial Sebagai Instrument Pengentasan Kemiskinan dalam ojs iaisumbar ac index php ikhtisar article view 642
Read online
File size385.51 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test