UBBGUBBG

Journal of Education, Language, Arts, Multicultural, and ExpressionJournal of Education, Language, Arts, Multicultural, and Expression

Folklore Aceh adalah warisan lisan yang tak lekang oleh waktu dan telah berkembang hingga saat ini, melintasi generasi. Makna di balik cerita dalam folklore ini mengandung nilai-nilai ketekunan dan peran moral dari karakternya. Oleh karena itu, narasi yang disajikan bukan sekadar dongeng, tetapi merefleksikan filsafat kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ketekunan dan nilai-nilai moral dalam literatur lisan dari cerita rakyat Aceh, Banta Barensyah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian pustaka. Sumber data berasal dari berbagai literatur relevan seperti buku cerita rakyat, naskah hikayat, jurnal budaya, jurnal terkait AI, dan jurnal pendidikan. Teknik pengumpulan data meliputi tahap identifikasi, tahap penyaringan, tahap kelayakan, dan tahap inklusi. Teknik analisis data meliputi proses pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Aceh Banta Barensyah merupakan wujud penting dari ketekunan dan moralitas mulia yang melampaui kekuatan fisik semata. Kekuatan tokoh utama tidak hanya ditunjukkan melalui ketekunannya dalam bertahan melewati masa sulit, tetapi juga dengan kejujurannya meskipun mengalami pengkhianatan. Nilai-nilai ini dapat dikelompokkan menjadi tiga area utama: moral pribadi (kerja keras dan kejujuran), moral sosial (ketakwaan kepada orang tua), dan moral keagamaan (ketakwaan kepada Tuhan). Kemenangan Banta Barensyah atas pengkhianatan pamannya melambangkan pelajaran moral bahwa kejujuran dan ketekunan adalah satu-satunya jalan menuju kebesaran. Hal ini juga menunjukkan bahwa literatur lisan ini merupakan alat penting untuk membangun karakter dan melestarikan pengetahuan lokal Aceh.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa cerita rakyat Aceh Banta Barensyah merupakan representasi mendalam dari nilai-nilai ketekunan dan moralitas mulia yang melampaui kekuatan fisik semata.Ketekunan tokoh utama tercermin tidak hanya dalam ketahanannya menghadapi cobaan, tetapi juga integritas mentalnya dalam mempertahankan kejujuran meskipun mengalami pengkhianatan.Nilai-nilai ini dirangkum dalam tiga dimensi utama.moral pribadi (kerja keras dan kejujuran), moral sosial (ketakwaan kepada orang tua), dan moral keagamaan (ketakwaan kepada Tuhan).Kemenangan Banta Barensyah atas pengkhianatan pamannya menekankan pesan moral bahwa ketekunan dan kejujuran adalah satu-satunya jalan menuju kebesaran, sekaligus menempatkan literatur lisan ini sebagai alat penting dalam pembentukan karakter dan pelestarian kebijaksanaan lokal Aceh.Oleh karena itu, disarankan agar nilai-nilai dalam cerita rakyat ini lebih banyak diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan karakter untuk memperkuat identitas moral dan cinta generasi muda terhadap budaya daerah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang bagaimana nilai-nilai moral dalam cerita rakyat Aceh dapat diterapkan dalam pendidikan karakter di sekolah-sekolah. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana cerita rakyat ini dapat digunakan sebagai alat untuk melestarikan budaya dan identitas lokal Aceh, serta bagaimana cerita ini dapat diadaptasi untuk generasi muda saat ini. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak dari pengkhianatan paman terhadap Banta Barensyah dan bagaimana hal ini dapat menjadi pelajaran moral bagi pembaca atau pendengar cerita rakyat ini.

  1. Folktales: A Moral Message from the Past to the Future Generation | Nepal Journal of Multidisciplinary... nepjol.info/index.php/njmr/article/view/36618Folktales A Moral Message from the Past to the Future Generation Nepal Journal of Multidisciplinary nepjol index php njmr article view 36618
  2. Pendidikan karakter jujur melalui metode bercerita di sekolah dasar di Yogyakarta | LITERA. pendidikan... doi.org/10.21831/ltr.v21i3.51226Pendidikan karakter jujur melalui metode bercerita di sekolah dasar di Yogyakarta LITERA pendidikan doi 10 21831 ltr v21i3 51226
  3. "TRANSFORMASI SYAIR DODAIDI: DARI TRADISI LISAN KE KOMERSIALISASI DIGITAL DALAM SEJARAH MASYARAKAT... scholarhub.ui.ac.id/paradigma/vol15/iss2/11TRANSFORMASI SYAIR DODAIDI DARI TRADISI LISAN KE KOMERSIALISASI DIGITAL DALAM SEJARAH MASYARAKAT scholarhub ui ac paradigma vol15 iss2 11
Read online
File size439.1 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test