STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL

Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan MasyarakatAdiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat

Pemahaman budaya politik penting dipahami oleh pemilih pemula yang dominan duduk dibangku kelas XII SMA/ sederajat karena akan membekali siswa di dalam menggunakan aspirasi politiknya pelaksanaan pemilihan umum yang demokratis di Indonesia. Pemahaman budaya politik bagi pemilih pemula merupakan juga merupakan salah satu upaya meregenerasi kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Menyadari pentingnya pemahaman budaya politik bagi pemilih pemula, maka kegiatan sosialisasi ini dilakukan. Adapun tujuannya adalah mengurangi resiko golput dan praktik money politic pada pemilih pemula, mendewasakan mendorong terselenggaranya demokrasi yang baik dan salah satu pencegahan pencegahan politisasi suku dan agama (SARA). Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode sosialisasi yang melibatkan siswa secara aktif dalam diskusi, tanya jawab, dan studi kasus. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman budaya politik siswa kelas XII MAN 1 Lampung Timur yang merupakan pemilih pemula dalam pemilu 2024. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai uji pre-test dan post-test sebesar 23%.

Kegiatan pengabdian ini diterima dengan baik dan menghasilkan peningkatan pemahaman serta sikap politik siswa kelas XII MAN 1 Lampung Timur, terbukti dari kenaikan nilai pre‑test dan post‑test sebesar 23%.Dengan pemahaman konsep budaya politik yang lebih baik, siswa mampu berpartisipasi politik secara efektif dan meningkatkan aspirasi politik mereka sebagai pemilih pemula.Secara keseluruhan, kemampuan budaya politik yang tinggi berhubungan positif dengan tingkat aspirasi politik siswa.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang sosialisasi budaya politik terhadap perilaku pemilih setelah siswa lulus, misalnya dengan melacak partisipasi politik alumni selama tiga sampai lima tahun setelah kegiatan. Selain itu, perlu dibandingkan efektivitas berbagai metode penyuluhan, seperti penggunaan permainan interaktif, simulasi pemilu, atau ceramah tradisional, untuk mengetahui pendekatan mana yang paling meningkatkan pemahaman budaya politik pada siswa kelas XI dan XII. Selanjutnya, studi dapat meneliti peran platform digital, termasuk media sosial dan aplikasi pembelajaran, dalam menyebarkan materi budaya politik ke daerah terpencil, sehingga dapat menilai sejauh mana teknologi memperluas jangkauan edukasi politik dan meningkatkan partisipasi pemilih pemula di wilayah dengan akses pendidikan terbatas.

Read online
File size193.53 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test