IAINAMBONIAINAMBON

Jurnal Induksi Pendidikan DasarJurnal Induksi Pendidikan Dasar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang guru lakukan, faktor pendukung dan faktor penghambat guru dalam menanamkan Self-Awareness berbasis nilai-nilai kearifan lokal Maluku pada peserta didik kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologis, teknik pengumpulan data melalui interview atau wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang guru lakukan untuk menanamkan Self-Awareness pada peserta didik berupa menjadi role model untuk peserta didik, pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal maluku dalam pembelajaran, memberikan bimbingan nasehat atau konseling terstruktur, mengontrol peserta didik dan melakukan kerjasama dengan orang tua/ wali peserta didik. Berdasarkan upaya tersebut tentunya memiliki faktor pendukung yang berasal dari eksternal peserta didik berupa pembiasaan di rumah, teman beragaul, dan budaya madrasah. Sedangkan faktor pendukung internal berupa pribadi peserta didik. Upaya ini juga memiliki faktor penghambat yang berasal dari eksternal peserta didik berupa faktor lingkungan yang kurang baik dan kegiatan Madrasah yang hanya berpatokan pada nilai-nilai agama. Sedangkan faktor penghambat internal berupa faktor psikologi peserta didik.

Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon memiliki upaya dalam menanamkan Self-Awareness berbasis nilai-nilai kearifan lokal Maluku pada peserta didik Kelas V yaitu menjadi role model bagi peserta didik dalam mengaplikasikan nilai-nilai kearifan lokal Maluku, mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Maluku dalam pembelajaran, memberikan bimbingan nasehat dan konseling terstruktur, mengontrol peserta didik pada saat pembelajaran di dalam maupun di luar madrasah, serta bekerjasama dan berkomunikasi dengan Orang tua/ Wali peserta didik.Upaya guru dalam menanamkan Self-Awareness berbasis nilai-nilai kearifan lokal Maluku memiliki faktor pendukung yang berasal dari eksternal peserta didik berupa pembiasaan di rumah, teman bergaul, dan budaya madrasah.Sedangkan faktor pendukung internal berupa pribadi peserta didik.Upaya ini juga memiliki faktor penghambat yang berasal dari eksternal peserta didik berupa faktor lingkungan yang kurang baik dan kegiatan Madrasah yang hanya berpatokan pada nilai-nilai agama.Sedangkan faktor penghambat internal berupa faktor psikologi peserta didik.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis lebih mendalam tentang peran guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Maluku dalam pembelajaran, termasuk strategi dan metode yang digunakan untuk menarik minat peserta didik dan menanamkan nilai-nilai tersebut secara efektif. 2. Meneliti lebih lanjut tentang faktor-faktor psikologis peserta didik yang menjadi penghambat dalam menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, dan mengembangkan strategi intervensi atau pendekatan yang sesuai untuk mengatasi hambatan tersebut. 3. Melakukan studi komparatif antara Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon dengan sekolah-sekolah lain di Maluku atau bahkan di luar Maluku, untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam upaya menanamkan Self-Awareness berbasis nilai-nilai kearifan lokal, serta mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan secara luas.

Read online
File size302.21 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test