UMSBUMSB

Menara PengabdianMenara Pengabdian

Pendampingan ini bertujuan membantu remaja agar meningkatkan kemampuan bacaan Al-Quran dengan kaidah tajwid yang benar, meliputi pengenalan huruf hijaiyah, penggunaan harakat, serta pelafalan yang benar sesuai makharijul huruf. Permasalahan yang melatarbelakangi pendampingan ini yaitu, masih ditemukan kemampuan bacaan Al-Quran sebagian remaja, seperti kurang tepat dalam mengenali huruf hijaiyah, kesulitan membedakan panjang dan pendek, serta kurang lancarnya membaca sesuai tajwid. Metode yang dipakai yaitu Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Tahap persiapan diawali dengan perkenalan antara pendamping dan remaja untuk membangun kedekatan, rasa nyaman, serta motivasi ketika belajar membaca Al-Quran. Tahap pelaksanaan berlangsung selama 45 hari dengan menggunakan metode Iqra yang disesuaikan dari kemampuan setiap individu remaja. Evaluasi dilakukan melalui tes bacaan untuk melihat perkembangan kelancaran membaca. Hasil pendampingan memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan membaca Al-Quran pada sebagian remaja, ditandai dengan meningkatnya kelancaran membaca ayat-ayat Al-Quran, ketepatan mengenali huruf hijaiyah, serta penerapan kaidah tajwid yang lebih baik.

Pendampingan yang dilakukan di Masjid Asra Al-Bakrie Olo Ladang dengan metode Iqra telah menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran sesuai kaidah tajwid serta menumbuhkan minat remaja.Melalui pendekatan Participatory Action Research yang meliputi diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi, proses pendampingan dapat diperbaiki secara berkelanjutan.Hasil menunjukkan peningkatan persentase remaja yang mampu membaca dengan benar dari 30% menjadi 85%, membuktikan bahwa metode Iqra yang konsisten dan intensif memberikan kontribusi signifikan terhadap akurasi tajwid.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi apakah integrasi teknologi digital, seperti aplikasi mobile yang memanfaatkan feedback suara real‑time, dapat mempercepat peningkatan akurasi tajwid pada remaja dibandingkan metode Iqra konvensional; selanjutnya, dapat diteliti dampak psikologis dan motivasional dari penggunaan media sosial sebagai platform pendampingan kelompok, untuk memahami bagaimana interaksi daring memengaruhi konsistensi belajar dan rasa percaya diri peserta; serta terakhir, penelitian dapat membandingkan efektivitas model pendampingan berbasis PAR dengan pendekatan pembelajaran berbasis game edukatif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al‑Quran, guna menentukan strategi yang paling optimal untuk diterapkan secara luas di lingkungan masjid dan madrasah.

  1. Perspektif Al-Qur’an tentang Pembebasan Manusia melalui Pendidikan Akhlak | Jurnal... doi.org/10.36667/jppi.v9i1.670Perspektif Al QuryCEan tentang Pembebasan Manusia melalui Pendidikan Akhlak Jurnal doi 10 36667 jppi v9i1 670
Read online
File size419.16 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test