IBRAHIMYIBRAHIMY

HUKMY : Jurnal HukumHUKMY : Jurnal Hukum

Putusan hakim merupakan hasil akhir dari proses panjang dalam hukum pidana. Dalam putusan hakim ada nasib seseorang yang dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana. Adapun format dari putusan hakim telah diatur dalam pasal 197 KUHAP yang terdiri dari syarat materil dan syarat formil. Penelitian ini juga dilakukan untuk memahami pengaturan eksploitasi seksual sebagaimana dinyatakan dalam Undang‑Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Penulis tertarik meneliti surat dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk terdakwa. Tujuan penelitian ini juga adalah menilai ketepatan JPU dalam menyusun dakwaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif serta pendekatan undang‑undang, dengan teknik studi kepustakaan dan analisis perspektif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perbuatan terdakwa memenuhi unsur-unsur Pasal 2 ayat (1) UU No. 21 tahun 2007. Sebagai akibatnya hakim dalam memutus perkara kurang tepat karena JPU kurang teliti atau cermat dalam pembuatan surat dakwaannya sehingga hukuman yang dijatuhkan majelis hakim tidak sesuai dengan perbuatan terdakwa.

Penelitian menunjukkan bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak mengikuti syarat materiil dan formal dalam penyusunan surat dakwaan sesuai Pasal 143 KUHAP, sehingga hakim memutus perkara tidak sebanding dengan perbuatan terdakwa, menimbulkan ketidakadilan bagi korban.

Berdasarkan latar belakang, metode, dan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada: (1) menilai bagaimana kualitas pelatihan dan kompetensi JPU mempengaruhi ketelitian penyusunan surat dakwaan, (2) mengkaji dampak sosial dan psikologis pada korban akibat ketidaksesuaian putusan hakim dengan perbuatan terdakwa, dan (3) mengembangkan dan menguji model evaluasi bukti yang dapat dipergunakan hakim untuk memastikan kesesuaian sanksi dengan perbuatan terdakwa. Penelitian ini dapat dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan menampilkan indikator kinerja JPU, hasil survei korban, dan studi kasus perbandingan putusan hakim di berbagai pengadilan. Dengan demikian, dapat diperoleh rekomendasi kebijakan untuk memperkuat akuntabilitas JPU, meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan, serta memitigasi dampak negatif bagi korban eksploitasi seksual.

  1. SAKSI AHLI SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM HUKUM ACARA PIDANA INDONESIA | Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum.... ojs.unud.ac.id/index.php/kerthasemaya/article/view/64026SAKSI AHLI SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM HUKUM ACARA PIDANA INDONESIA Kertha Semaya Journal Ilmu Hukum ojs unud ac index php kerthasemaya article view 64026
  2. Analisis Hukum Tindak Pidana Perdagangan Orang di Indonesia | Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum.... ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/1331Analisis Hukum Tindak Pidana Perdagangan Orang di Indonesia Al Zayn Jurnal Ilmu Sosial Hukum ejournal yayasanpendidikandzurriyatulquran index php AlZayn article view 1331
  3. MANAJEMEN PERADILAN PERIKANAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ACARA PIDANA INDONESIA | Pattimura Proceeding: Conference... doi.org/10.30598/pattimurasci.2020.snpk19.19-29MANAJEMEN PERADILAN PERIKANAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ACARA PIDANA INDONESIA Pattimura Proceeding Conference doi 10 30598 pattimurasci 2020 snpk19 19 29
  4. Analisis Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang | Panjaitan | Journal of... mahesainstitute.web.id/ojs2/index.php/jehss/article/view/852Analisis Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Panjaitan Journal of mahesainstitute ojs2 index php jehss article view 852
  5. TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PERDAGANGAN ORANG DARI PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA | Suhardin | OLD WEBSITE... doi.org/10.22146/jmh.16289TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PERDAGANGAN ORANG DARI PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA Suhardin OLD WEBSITE doi 10 22146 jmh 16289
Read online
File size388.62 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test