UMSBUMSB

Jurnal Media IlmuJurnal Media Ilmu

Bencana banjir tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga beban psikologis yang serius bagi para penyintas, seperti kecemasan, kesedihan mendalam, trauma, dan hilangnya makna hidup. Dalam masyarakat muslim, nilai-nilai keagamaan sering digunakan secara spontan oleh penyintas maupun relawan sebagai sumber kekuatan selama proses pemulihan, namun kajian sistematis mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dapat disusun menjadi kerangka dukungan psikososial yang terstruktur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan implementasi dukungan psikososial berbasis nilai-nilai Islam bagi penyintas banjir melalui pendekatan library research. Data dikumpulkan dari buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah lain yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti sabar, tawakal, syukur, dzikir dan doa, serta ukhuwah berfungsi sebagai sumber daya utama yang memperkuat resiliensi penyintas, menurunkan tekanan psikologis, dan mengembalikan makna hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model dukungan psikososial berbasis nilai Islam dan dapat melengkapi merekomendasikan integrasinya ke dalam program penanggulangan bencana berbasis komunitas.

Berdasarkan hasil kajian kepustakaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bencana banjir menimbulkan dampak psikologis yang signifikan bagi para penyintas, mulai dari kecemasan, kesedihan mendalam, gejala stres pascatrauma, hingga krisis makna hidup.Nilai-nilai Islam, seperti sabar, tawakal, syukur, dzikir dan doa, serta ukhuwah, terbukti memiliki potensi besar untuk berfungsi sebagai sumber dukungan psikososial yang dapat membantu penyintas dalam proses pemulihan psikologis dan spiritual.Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan ke dalam model dukungan psikososial yang terstruktur melalui tiga tahap, yaitu tanggap darurat, pemulihan, dan penguatan jangka panjang, dengan melibatkan peran pendamping, kelompok masyarakat, serta institusi keagamaan seperti masjid dan majelis taklim.

Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas model dukungan psikososial berbasis nilai‑Islam yang diusulkan dengan melakukan studi kuantitatif pada penyintas banjir di berbagai provinsi, mengukur perubahan skor kecemasan, depresi, dan resiliensi sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, diperlukan penelitian kualitatif yang mengeksplorasi persepsi dan pengalaman penyintas terhadap integrasi nilai‑Islam dalam proses pemulihan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kontekstual yang memperkuat atau menghambat penerimaan model tersebut. Selanjutnya, studi pengembangan modul pelatihan bagi relawan dan tenaga pendamping yang menggabungkan kompetensi psikologi bencana serta konseling Islam dapat diimplementasikan, kemudian dievaluasi dampaknya terhadap kualitas bantuan yang diberikan dan kepuasan penerima manfaat. Semua penelitian ini sebaiknya melibatkan kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi, badan penanggulangan bencana, dan organisasi keagamaan untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi hasil. Hasil dari tiga arah penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pedoman praktis yang terstandarisasi serta bukti empiris yang kuat untuk integrasi nilai‑Islam dalam program penanggulangan bencana secara luas. Dengan demikian, penelitian-penelitian tersebut dapat memperkuat basis ilmiah serta memberikan rekomendasi kebijakan yang adaptif bagi pemerintah dan lembaga kemanusiaan.

Read online
File size132.79 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test