ITYITY

Environmental Insight JournalEnvironmental Insight Journal

PT. Mataram Tunggal Garment (PT MTG) adalah perusahaan produsen pakaian wanita dengan jumlah karyawan sebanyak kurang lebih 1.500 orang dan berlokasi di Desa Balong, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kebutuhan air bersih karyawan PT MTG selama ini dipenuhi dari sumur dalam (deep well) sebanyak 19.500 liter/hari dan air ini dikenakan retribusi dari pemerintah. Dengan curah hujan yang cukup tinggi, yakni 2.298 mm/tahun, menjadi salah satu alternatif pemasok air bersih PT MTG sehingga dapat menghemat pengeluaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan kuantitas air hujan yang layak guna memenuhi kebutuhan air bersih karyawan perusahaan. Kualitas air hujan akan dibandingkan dengan standar air bersih dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Kebutuhan air bersih PT MTG dihitung secara matematis. Volume air hujan yang dikumpulkan dari atap bangunan pabrik lebih dari 429.000 liter/bulan pada bulan basah dimana volume itu merupakan kebutuhan air bersih bulanan PT MTG. Parameter fisik‑kimia air hujan masih memenuhi nilai ambang baku mutu, sedangkan parameter biologi yakni parameter Escherichia coli dan total coliform melebihi baku mutu, sehingga diperlukan pengolahan air hujan untuk menurunkan nilai parameter ini. Hasil perhitungan kebutuhan kaporit untuk perlakukan disinfektasi adalah sebesar 39 g/hari. Guna mencukupi kebutuhan air bersih serangkaian bak penampungan berkapasitas 216 m3 sebanyak 2 (dua) unit dan bak pengolahan disinfektasi berkapasitas 22,5 m3.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume air hujan yang dikumpulkan di PT MTG hanya dapat memenuhi kebutuhan air bersih selama bulan‑bulan basah, sehingga pada bulan kering tetap bergantung pada sumur dalam.Meskipun parameter fisik‑kimia air hujan memenuhi baku mutu, parameter mikrobiologi belum terpenuhi sehingga diperlukan proses disinfeksi dengan penambahan kaporit sebesar 39 g/hari.Desain dua bak penampungan utama (kapasitas 216 m³ masing‑masing) dan satu bak pengolahan (kapasitas 3 m³) dianggap cukup untuk melayani kebutuhan harian, namun dosis kaporit dan metode recharge air hujan perlu diteliti lebih lanjut.

Penelitian selanjutnya dapat menilai efektivitas kombinasi ultrafiltrasi dan sinar ultraviolet pada air hujan yang dikumpulkan di atap PT MTG untuk menurunkan kadar Escherichia coli dan total coliform, dibandingkan dengan metode klorinasi standar; selanjutnya, dilakukan optimasi dosis kaporit melalui percobaan laboratorium terkontrol guna menentukan konsentrasi minimal yang tetap memenuhi standar mikrobiologi tanpa menimbulkan residu klorin berbahaya; terakhir, kajian potensi penggunaan sumur resapan atau sistem infiltrasi untuk menyalurkan kelebihan air hujan selama bulan basah ke dalam lapisan akuifer, serta dampaknya terhadap pengisian kembali air tanah di wilayah Sleman, dapat memberikan solusi berkelanjutan bagi pengelolaan sumber daya air perusahaan.

  1. BANTUAN ALAT PENJERNIH AIR TANAH DI PERUMAHAN DELTA MAS KOTA SEMARANG | Purbasari | Jurnal Pasopati.... doi.org/10.14710/pasopati.2022.15037BANTUAN ALAT PENJERNIH AIR TANAH DI PERUMAHAN DELTA MAS KOTA SEMARANG Purbasari Jurnal Pasopati doi 10 14710 pasopati 2022 15037
Read online
File size768.01 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test