ITYITY

Environmental Insight JournalEnvironmental Insight Journal

Air merupakan materi esensial dalam kehidupan dengan banyak manfaat di dalam kehidupan sehari‑hari di lingkungan yang berbeda tergantung pada lokasi dan tingkat kehidupan. Kabupaten Bekasi mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup pesat seiring dengan perkembangan kota, sehingga berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih. Penelitian ini menganalisis perkembangan populasi lima tahun terakhir, 2018 – 2023, dari Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara ditemukan penurunan pasokan air bersih yang hanya dapat memenuhi kebutuhan hingga tahun 2024, sementara kebutuhan di masa mendatang diperkirakan mengalami defisit sebesar 6,5 liter/detik hingga tahun 2029. Konsumsi air perkapita di perumahan ini masih di bawah standar yang ditetapkan oleh pemerintah maupun standar perumahan lainnya, tetapi dipastikan akan mengalami peningkatan di kemudian hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, disarankan penambahan pasokan produksi air bersih serta perawatan sistem perpipaan agar kebocoran dapat diminimalkan. Selain itu, penggunaan bak tampungan seperti tandon atau toren diharapkan dapat memastikan ketersediaan air bersih, khususnya selama jam puncak. Hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pengolahan air bersih.

Bangkit Jaya Anugrah hanya cukup hingga 2024, sehingga dari 2025 hingga 2029 akan terjadi defisit rata‑rata 6,5 liter/detik.Kebutuhan per kapita di perumahan masih lebih rendah daripada standar, meski diperkirakan akan meningkat.Disarankan penambahan pasokan dari sumur bor, perawatan sistem perpipaanીન, dan penggunaan bak tampungan untuk kebutuhan non domestik.

Pertama, penelitian lanjutan dapat memeriksa keberlanjutan penggabungan air permukaan, air tanah, dan penampungan hujan sebagai sumber tambahan, sehingga mengurangi ketergantungan pada PT. протест. Kedua, uji banding desain tandon dan toren di perumahan Bumi Citra Lestari dapat mengidentifikasi metode yang paling efisien untuk menstabilkan pasokan air saat jam puncak, serta menilai biaya dan perawatan jangka panjang. Ketiga, pengembangan model permintaan air berbasis prediksi populasi yang lebih akurat, termasuk faktor migrasi dan perubahan pola konsumsi, akan meningkatkan ketepatan perencanaan sistem pengolahan air. Penelitian ini juga dapat menilai efektivitas kebijakan pengelolaan kebocoran setelah perbaikan sistem perpipaan. Selanjutnya, studi kasus perbandingan antara perumahan urban dan pemukiman tradisional dapat menilai perbedaan kebutuhan air dan strategi mitigasi. Evaluasi dampak sosial ekonomi dari penambahan sumur bor dapat menjelaskan manfaat ekonomi bagi warga. Analisis sensitivitas terhadap perubahan iklim dapat memperkirakan fluktuasi ketersediaan air. Penelitian ini juga harus menyertakan survei ; kepuasan penghuni terkait kualitas air. Akhirnya, pelatihan masyarakat tentang pemeliharaan sistem bisa meningkatkan partisipasi. Dengan demikian, hasil penelitian dapat disebarluaskan melalui seminar komunitas untuk meningkatkan pengetahuan publik.

Read online
File size813.6 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test