UMSBUMSB

Jurnal Media IlmuJurnal Media Ilmu

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi pembiasaan shalat Dhuha untuk meningkatkan kualitas pengamalan ibadah sunnah siswa pada tingkat sekolah menengah. Latar belakang penelitian adalah tantangan degradasi moral di era globalisasi yang menuntut lembaga pendidikan memperkuat basis spiritual siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menguraikan perencanaan, pelaksanaan, serta dampak program pembiasaan tersebut. Hasil menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dilaksanakan melalui empat tahapan utama: perencanaan komprehensif melibatkan koordinasi lintas pemangku kepentingan, pelaksanaan dan pendampingan aktif dengan guru sebagai teladan, evaluasi serta refleksi berkelanjutan berbasis jurnal monitoring, dan pendekatan persuasif humanis. Shalat Dhuha secara signifikan mampu meningkatkan kualitas ibadah sunnah siswa, sehingga aktivitas ini bertransformasi dari kewajiban menjadi kebutuhan spiritual intrinsik, yang berdampak positif pada penguatan karakter religius seperti kedisiplinan, ketekunan, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Strategi guru PAI dalam pembiasaan shalat Dhuha di sekolah menengah terbagi dalam empat tahapan utama.perencanaan komprehensif dengan koordinasi lintas stakeholder, pelaksanaan serta pendampingan aktif sebagai teladan, evaluasi dan refleksi berkelanjutan berbasis jurnal monitoring, serta pendekatan persuasif‑humanis.Program tersebut secara signifikan meningkatkan kualitas pengalaman ibadah sunnah siswa, mengubah aktivitas menjadi kebutuhan spiritual intrinsik.Hal ini berdampak pada penguatan karakter religius siswa, termasuk kedisiplinan, ketekunan, rasa syukur, tawakal, dan integritas akhlak.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program pembiasaan shalat Dhuha secara empiris di sekolah-sekolah menengah dengan menggunakan desain campuran (mixed‑methods) untuk mengukur persepsi siswa, guru, dan orang tua serta dampaknya terhadap kualitas ibadah. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki peran keterlibatan orang tua serta dukungan komunitas dalam menjaga keberlanjutan kebiasaan shalat Dhuha, sehingga memperjelas faktor‑faktor sosial yang memperkuat atau menghambat implementasinya. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengevaluasi dampak jangka panjang pembiasaan shalat Dhuha terhadap prestasi akademik, kesejahteraan psikologis, dan perkembangan karakter religius siswa, memberikan gambaran komprehensif tentang kontribusi ibadah rutin terhadap perkembangan holistik peserta didik.

Read online
File size375.63 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test