JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF

Journal of Earth KingdomJournal of Earth Kingdom

Burung Maleo (Macrocephalon maleo) adalah spesies endemik Sulawesi yang sangat terancam karena degradasi habitat dan penurunan populasi. Penelitian ini dilakukan di Cagar Alam Panua, Gorontalo, dengan tujuan menganalisis kehadiran Maleo di area pemeliharaan, mengevaluasi penggunaan habitat, memprediksi distribusinya, dan memberikan rekomendasi konservasi. Metode yang digunakan meliputi survei langsung dengan kamera perangkap serta pemodelan spasial menggunakan algoritma Maximum Entropy (MaxEnt). Data dikumpulkan selama lima bulan, lalu dianalisis menggunakan Indeks Abundansi Relatif (RAI) dan pemodelan okupansi untuk menilai kecocokan habitat dan probabilitas deteksi spesies. Temuan menunjukkan bahwa pasangan Maleo meningkat sebesar 68,52 % antara tahun 2022 dan 2023; spesies ini menunjukkan pola aktivitas bimodal (puncak pada 06:00–09:00 dan 16:00–18:00) dan preferensi habitat ke zona geothermal serta hutan pesisir. RAI sebesar 9,33 % dan tingkat okupansi diperkirakan 55 %. Model MaxEnt mengidentifikasi 7 544,78 ha wilayah yang sangat cocok, dengan AUC 0,826 menunjukkan akurasi prediksi yang tinggi. Kesimpulannya, habitat Maleo di Cagar Alam Panua masih menunjukkan tren positif dalam perilaku bertelur, namun fragmentasi habitat dan aktivitas manusia tetap menjadi ancaman utama. Manajemen strategis diperlukan untuk menjaga integritas habitat dan mendukung konservasi spesies.

Cagar Alam Panua masih merupakan habitat yang layak bagi Maleo, dengan area sangat cocok hanya sekitar 20,6 % dari total area.Pola aktivitas bimodal dan peningkatan pasangan bertelur menunjukkan potensi pemulihan, namun fragmen habitat dan aktivitas manusia tetap mengancam keberlanjutan.Rekomendasi konservasi harus menitikberatkan pada pelestarian zona inti, penetapan zona penyangga, dan pengendalian predator.

Bagaimana peran teknologi pemantauan berbasis satelit dapat meningkatkan akurasi pengidentifikasian zona inti dan corridor bagi Maleo di Cagar Alam Panua? Seberapa efektif intervensi pengelolaan hutan berkelanjutan, seperti penanaman vegetasi asli, dalam memperluas wilayah habitat yang sangat cocok bagi Maleo jika dibandingkan dengan penanaman vegetasi non‑asli? Apa dampak jangka panjang dari dinamika iklim, khususnya perubahan suhu maksimum dan curah hujan, terhadap pola aktivitas dan keberadaan habitat optimal Maleo di kawasan pegunungan dan pesisir Cagar Alam Panua?.

  1. Standards for distribution models in biodiversity assessments | Science Advances. standards distribution... science.org/doi/10.1126/sciadv.aat4858Standards for distribution models in biodiversity assessments Science Advances standards distribution science doi 10 1126 sciadv aat4858
  2. Perilaku Bertelur Maleo (Macrocephalon maleo) di Bentang Alam Binerean, Bolaang Mongondow Selatan | Silvarum.... doi.org/10.35791/sil.v4i1.56812Perilaku Bertelur Maleo Macrocephalon maleo di Bentang Alam Binerean Bolaang Mongondow Selatan Silvarum doi 10 35791 sil v4i1 56812
  3. Egg-laying Behavior and Nest Physical Characteristics of Maleo Bird (Marcocephalon maleo) in Panua Nature... ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa/article/view/64738Egg laying Behavior and Nest Physical Characteristics of Maleo Bird Marcocephalon maleo in Panua Nature ojs unud ac index php metamorfosa article view 64738
  4. A spatial and temporal assessment of Maleo (Macrocephalon maleo) nesting behavior and habitat preferences... doi.org/10.61511/jek.v3i1.2025.2031A spatial and temporal assessment of Maleo Macrocephalon maleo nesting behavior and habitat preferences doi 10 61511 jek v3i1 2025 2031
Read online
File size680.95 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test