JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF

Journal of Earth KingdomJournal of Earth Kingdom

Penelitian ini dilakukan di Desa Penyu, Kabupaten Pinrang. Telur penyu betina dan hijau dikumpulkan dari sarang alami di sepanjang pantai dan dipindahkan ke sarang semi-alami. Pengamatan dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan penetasan telur, dan faktor-faktor seperti suhu, periode inkubasi, predator, perkembangan mikroorganisme, dan perubahan posisi telur juga dicatat dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan penetasan telur di sarang semi-alami mencapai 80,23%. Persentase penetasan tertinggi adalah 86,36%, dan terendah adalah 68,33%. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penetasan termasuk suhu dan periode inkubasi, sementara kegagalan penetasan disebabkan oleh predator, perkembangan mikroorganisme, dan perubahan posisi telur.

Studi ini menunjukkan bahwa sarang semi-alami di Desa Penyu memiliki tingkat keberhasilan penetasan yang tinggi dengan kondisi lingkungan yang mendukung dan transmisi telur yang tepat.Hal ini mengindikasikan bahwa upaya konservasi melalui pemindahan telur ke sarang semi-alami dapat secara efektif meningkatkan populasi penyu.Penelitian ini berkontribusi pada konservasi penyu dengan menunjukkan efektivitas sarang semi-alami dalam meningkatkan tingkat keberhasilan penetasan telur Belimbing dan Penyu Hijau.Pendekatan ini dapat menjadi model untuk program konservasi penyu di area lain yang menghadapi tantangan serupa.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan lain, seperti kelembapan dan kualitas substrat sarang, terhadap tingkat keberhasilan penetasan telur penyu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi dan mitigasi faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan penetasan telur, seperti pengaruh predator dan perkembangan mikroorganisme. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi modern, seperti sensor suhu dan kelembapan, untuk memantau kondisi sarang secara real-time dan mengoptimalkan strategi konservasi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penetasan telur penyu, sehingga dapat dirumuskan strategi konservasi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk melindungi populasi penyu di masa depan.

  1. Global Change Biology | Environmental Change Journal | Wiley Online Library. global change biology journal... doi.org/10.1111/gcb.13765Global Change Biology Environmental Change Journal Wiley Online Library global change biology journal doi 10 1111 gcb 13765
  2. View of Temperature Influence on Emergence Success and Swimming Speed for In-Situ Nesting for Chelonia... ejournal.usm.my/tlsr/article/view/tlsr_vol30-no-3-2019_8/pdfView of Temperature Influence on Emergence Success and Swimming Speed for In Situ Nesting for Chelonia ejournal usm my tlsr article view tlsr vol30 no 3 2019 8 pdf
  3. Egg Laying Characteristics and Hatching Habitat of Lekang Turtle (Lepidochelys olivacea) in Binasi Beach... talenta.usu.ac.id/aquacoastmarine/article/view/11179Egg Laying Characteristics and Hatching Habitat of Lekang Turtle Lepidochelys olivacea in Binasi Beach talenta usu ac aquacoastmarine article view 11179
Read online
File size432.26 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test