EJOURNALFPIKUNIPAEJOURNALFPIKUNIPA

Jurnal Sumberdaya Akuatik IndopasifikJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik

Penurunan populasi penyu di perairan pantai Manokwari Utara masih merupakan masalah yang sampai saat ini menjadi perhatian terhadap pelestarian penyu. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan partisipasi masyarakat tentang pentingnya sebuah konservasi. sehingga penelitian ini difokuskan terhadap persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap konservasi penyu di kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka, Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2021 di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan studi kasus dengan menggambarkan secara tepat kondisi tempat dan objek penelitian yang sesuai tujuan penelitian yang ada. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data dan informasi di analisis secara deskriptif dengan pendekatan model regresi multinominal. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa kriteria aman bagi konservasi penyu di kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka memiliki kondisi yang sangat rentan terhadap pelestarian penyu yaitu ditunjukkan dengan nilai presentase tertinggi sebesar 37,9 %, sedangkan beberapa kriteria lainnya memiliki nilai presentase cukup tinggi seperti kriteria rentan (34,4%) dan netral (20,6%). Persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu berada pada kriteria netral yaitu rentan nilai 9-11 dengan presentasi total tertinggi sebesar 86,1%, sedangkan pada kriteria sangat aman, memiliki presentase terandah yaitu 0%. partisipasi masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam melakukan perlindungan dan pelestarian secara langsung terhadap penyu masih sangat kurang yang ditunjukan dengan presentase tertinggi sebesar 37,9%.

Dari penelitian “Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka dikategorikan masih sangat rendah berdasarkan nilai uji kriteria, dimana persepsi masyarakat terbukti berada pada kriteria netral yaitu rentang dengan presentasi sebesar 24.0%, sedangkan partisipasi masyarakat sangat rendah karena berada pada kriteria sangat rentan (37.9%), artinya dan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai konservasi masih sangat kurang dalam implementasinya terhadap pengelolaan penyu secara berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah: pertama, mengevaluasi efektivitas program pendidikan lingkungan berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi penyu. Kedua, mengkaji model partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi penyu yang lebih inklusif, termasuk penglibatan pemangku kepentingan lokal. Ketiga, menganalisis dampak regulasi pemerintah terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelestarian penyu, serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam implementasinya. Pendekatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga konservasi untuk menciptakan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size470.67 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test