ITYITY

Environmental Insight JournalEnvironmental Insight Journal

Penelitian ini dilakukan di area basement Lower Ground (LG) Lippo Plaza Mall Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai paparan Pb dari aktivitas transportasi, mengingat Pb dalam tubuh manusia hingga taraf tertentu dapat bersifat toksik atau berbahaya. Analisis rambut dan kuku diketahui dapat memberikan informasi yang berguna tentang paparan lingkungan dan zat toksik, menjadikannya bioindikator yang baik untuk mendeteksi kontaminan dalam tubuh manusia. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2021 dan melibatkan 30 sampel rambut dan kuku manusia yang diambil dari pekerja yang beraktivitas di dalam area parkir basement. Sampel rambut dan kuku jari dikumpulkan dari responden. Karakteristik pribadi seperti usia, durasi kerja, latar belakang, dan kondisi kesehatan responden dicatat. Potongan kuku jari diperoleh menggunakan pemotong kuku baja tahan karat dan rambut dipotong dengan gunting rambut. Sampel disimpan dalam kantong plastik berperekat untuk analisis lebih lanjut yang dilakukan dengan Metode Analitik untuk Spektroskopi Serapan Atom (AAS). Nilai konsentrasi Pb dalam kuku dan rambut subjek disajikan sebagai rata-rata aritmetik (ppm) dengan kesalahan standar (±SE) dan ditabulasi untuk menunjukkan profil konsentrasi pada setiap parameter. Uji Kolmogorov-Smirnov Satu Sampel digunakan untuk menggambarkan uji distribusi, dan uji Mann-Whitney U digunakan untuk mengkorelasikan konsentrasi Pb dari dua kelompok periode kerja. Tingkat signifikansi ditetapkan pada Pb 0,05. Semua perhitungan dilakukan menggunakan paket statistik SPSS (versi 21). Responden dengan masa kerja kurang dari 4 tahun terdeteksi memiliki rata-rata Pb sebesar 3,9671 ppm dengan Kesalahan Standar (SE) 1,5; rata-rata masa kerja 5-8 tahun sebesar 4,0312 ppm dengan SE 1,6; dan rata-rata masa kerja lebih dari 9 tahun sebesar 13,0805 ppm dengan SE 7,1. Dari hasil ini, terlihat bahwa semakin lama masa kerja karyawan, semakin tinggi tingkat Pb dalam kuku atau rambutnya. Hasil uji regresi menunjukkan tidak ada pengaruh jenis pekerjaan dan hasil pengukuran kadar Pb dalam kuku/rambut karena nilai signifikansi adalah 0,496 > p = 0,05 dengan R2: 0,017. Rata-rata kadar Pb dalam kuku dan rambut pekerja yang beraktivitas di sekitar basement adalah: petugas keamanan 0,85 ppm, teknisi 4,87 ppm, petugas kebersihan 7,17 ppm, dan penjaga parkir 7,74 ppm. Direkomendasikan untuk melanjutkan rotasi waktu kerja karyawan dengan waktu yang lebih singkat untuk staf parkir dan menggunakan masker bagi petugas kebersihan.

Masa kerja yang lebih lama berhubungan dengan kadar Pb yang lebih tinggi pada rambut atau kuku pekerja, terutama bagi mereka yang bekerja lebih dari 9 tahun, dengan rata-rata 13,0805 ppm.Meskipun demikian, hasil uji regresi menunjukkan bahwa jenis pekerjaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar Pb dalam kuku/rambut.Variasi kadar Pb teramati berdasarkan jenis pekerjaan, dengan penjaga parkir menunjukkan tingkat tertinggi (7,74 ppm), yang mengarah pada rekomendasi untuk rotasi shift kerja yang lebih singkat bagi staf parkir dan penggunaan masker bagi petugas kebersihan.

Penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk memperdalam pemahaman mengenai paparan timbal (Pb) di area parkir bawah tanah. Pertama, penting untuk menyelidiki secara lebih rinci mengapa kadar Pb dalam rambut dan kuku pekerja cenderung meningkat seiring lamanya durasi kerja, padahal pengukuran kualitas udara ambien menunjukkan tingkat Pb yang masih dalam batas aman. Studi ini dapat mengidentifikasi sumber paparan Pb tersembunyi, seperti partikel halus dari abrasi ban atau material bangunan, serta mengevaluasi efektivitas sistem ventilasi jangka panjang dalam mencegah akumulasi kontaminan. Kedua, mengingat adanya rekomendasi praktis untuk rotasi jam kerja yang lebih singkat dan penggunaan masker, penelitian di masa depan dapat difokuskan untuk mengukur efektivitas intervensi tersebut. Ini bisa dilakukan dengan membandingkan kadar Pb pada kelompok pekerja sebelum dan sesudah penerapan kebijakan baru, sehingga dapat dinilai apakah tindakan pencegahan tersebut berhasil mengurangi tingkat paparan Pb. Ketiga, untuk mendapatkan gambaran yang lebih holistik, penelitian dapat memperluas cakupan dengan menggunakan bioindikator lain seperti sampel darah atau urine, yang dapat memberikan informasi tambahan mengenai paparan Pb jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, melakukan studi komparatif antara pekerja laki-laki dan perempuan, serta mempertimbangkan kelompok non-pekerja seperti pengunjung yang sering berada di area tersebut, akan membantu mengidentifikasi perbedaan kerentanan dan risiko paparan yang lebih luas di lingkungan parkir bawah tanah.

  1. Pb Exposure to Hair and Nails in The Workers in Basement Parking Lot of Lippo Plaza Mall Yogyakarta |... journal.ity.ac.id/index.php/EIJ/article/view/392Pb Exposure to Hair and Nails in The Workers in Basement Parking Lot of Lippo Plaza Mall Yogyakarta journal ity ac index php EIJ article view 392
  2. The Exposure of Pb to Hair and Nails in Children Around "X” Coal Mines Using Atomic Absorption... e-journal.unair.ac.id/JKL/article/view/27292The Exposure of Pb to Hair and Nails in Children Around XAy Coal Mines Using Atomic Absorption e journal unair ac JKL article view 27292
Read online
File size618.13 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test