ITYITY

Environmental Insight JournalEnvironmental Insight Journal

Revegetasi lahan bekas tambang adalah kewajiban perusahaan tambang yang harus dilaksanakan untuk mengembalikan fungsi-fungsi ekosistem. Kriteria keberhasilan revegetasi telah ditetapkan oleh pemeritah dan menjadi acuan strategi revegetasi. Fungsi-fungsi ekosistem belum ada kriteria keberhasilannya sehingga lebih bersifat deskriptif di dalam pencapaiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat strategi revegetasi PT Kideco Jaya Agung dan memaparkan pemulihan fungsi-fungsi ekosistem lahan reklamasi. Metode penelitian ini adalah survey kuantitatif deskriptif dimana data primer, seperti diameter, tinggi, umur, dan species tanaman revegetasi dikumpulkan di lapangan. Data ini dihitung secara matematis menggunakan rumus alometrik untuk mengetahui cadangan karbon dan produksi oksigen (O2). Rumus alometrik cadangan karbon dikumpulkan dari data sekunder dengan melakukan kajian pustaka dan dipilih yang paling mirip dengan kondisi di lapangan. Strategi revegetasi telah berhasil memenuhi kriteria keberhasilan revegetasi melalui pengaturan jarak tanam dan penerapan hydroseeding. Keberhasilan revegetasi ini telah berangsurारोह memulihkan fungsi ekosistem setempat dengan penyerapan gas CO2 dan produksi oksigen (O2). Perhitungan cadangan karbon dari pohon pioner revegetasi, Albizia falcataria dan Acacia mangium, adalah masing-masing 7,8 ton/ha dan 12,0 ton/ha atau sebesar 19,8 ton/ha secara total. Produksi O2 adalah sebesar 0,4 ton/ha dari A. falcataria dan sebesar 0,7 ton/ha dari A. mangium atau sebesar 1,1 ton/ha dari kedua species ini.

Strategi revegetasi PT Kideco Jaya Agung yang meliputi jarak tanam 3 m x 4 m dan hydroseeding berhasil mencapai kriteria minimum 625 pohon/ha.Proses revegetasi ini berhasil memulihkan fungsi ekosistem seperti penyerapan CO₂ dan produksi O₂, meski total cadangan karbon masih rendah karena umur pohon yang muda.Hasil ini masih lebih baik dibandingkan studi reclamasi tambang lain dengan kondisi tanah yang lebih terbatas.

Pertama, lakukan monitoring jangka panjang (minimal 20 tahun) untuk menilai akumulasi karbon dan produksi oksigen guna menilai keberlanjutan fungsi ekosistem. Practicasi studi eksperimental yang membandingkan efektivitas spesies pioner berbeda, termasuk spesies asli dan rekombinasi, dapat mempercepat pemulihan karbon. Kedua, analisis perbandingan kualitas tanah pucuk antara tambang batubara dan tambang bauksit guna mengidentifikasi faktor keterbatasan pertumbuhan. Ketiga, keikutsertaan komunitas lokal dalam program pengelolaan serta pendidikan tentang manfaat ekosistem dapat memperkuat pemeliharaan hasil revegetხად.

Read online
File size608.58 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test