ISI DPSISI DPS

Mudra Jurnal Seni BudayaMudra Jurnal Seni Budaya

Revitalisasi kerajinan tradisional merupakan pendekatan strategis dalam memperkuat ekonomi kreatif Indonesia yang berakar kuat pada warisan budaya kaya. Artikel ini menyelidiki dinamika perlintasan antara pelestarian nilai-nilai tradisional dan upaya inovasi, dengan tujuan menjembatani masa lalu dan masa depan dalam praktik ekonomi kreatif. Menggunakan pendekatan kualitatif dalam paradigma interpretatif-kritis, penelitian ini menyelidiki perpotongan antara tradisi dan inovasi. Design Thinking menjadi kerangka metodologis untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi berkelanjutan dapat muncul dari tradisi budaya lokal sambil menanggapi tuntutan pasar global. Pada fase awal, digunakan metodologi penelitian berbasis praktik untuk mengungkap nilai-nilai fundamental yang tertanam dalam artefak tradisional Indonesia. Berdasar wawasan ini, kemudian diadopsi pendekatan penelitian yang dipimpin praktik untuk mengembangkan model desain yang menerjemahkan temuan menjadi aplikasi inovatif. Dalam konteks ini, penelitian berbasis praktik berfokus pada penciptaan artefak sebagai metode utama menghasilkan pengetahuan, sedangkan penelitian yang dipimpin praktik menekankan pengembangan pemahaman teoritis baru melalui praktik kreatif. Temuan menunjukkan bahwa upaya revitalisasi yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal dapat menumbuhkan ekosistem kreatif berkelanjutan, memperkuat identitas nasional, dan merangsang pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. Hasil ini menekankan pentingnya sinergi antara praktisi kreatif, institusi pemerintah, dan komunitas lokal dalam membentuk masa depan inklusif dan berlandaskan budaya bagi industri kreatif Indonesia.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi kerajinan tradisional Indonesia, yang dipandu oleh filsafat estetika dan budaya seperti Sad Guna (dari tradisi Buhun Sunda) dan Sad Angga (dari tradisi Hindu Bali), dapat menyediakan fondasi kuat untuk inovasi desain kontemporer yang berakar pada hikmat lokal.Transformasi nilai-nilai budaya menjadi produk kreatif modern, yang diilustrasikan oleh motif batik bunga teratai yang terinspirasi dari Istana Cirebon dan hiasan arsitektur PaBarre Allo dari budaya Toraja, menunjukkan bahwa warisan budaya dapat dilestarikan dan direimajinasikan sebagai aset ekonomi bernilai tinggi dalam ekosistem industri kreatif.Temuan mengungkapkan bahwa adaptasi bentuk, fungsi, dan simbolisme tradisional dapat menghasilkan desain yang relevan secara kontekstual yang sesuai dengan gaya hidup perkotaan tanpa mengorbankan esensi filosofisnya.Inovasi produk berbasis warisan yang sukses membutuhkan kolaborasi lintas sektoral antara pengrajin, akademisi, pemangku kepentingan industri, komunitas budaya, dan badan pemerintah.Institusi dalam ekonomi kreatif memainkan peran vital dengan menawarkan pelatihan desain, memfasilitasi akses ke pasar digital, dan mengkurasi narasi budaya yang meningkatkan nilai simbolis dan ekonomi kerajinan tradisional.Secara teoritis, penelitian ini memperkaya pemahaman tentang hubungan antara keragaman budaya dan pengembangan berkelanjutan ekonomi kreatif.Secara praktis, penelitian ini menawarkan rekomendasi konkret bagi pelaku industri kreatif dan pembuat kebijakan untuk memanfaatkan kerajinan tradisional sebagai sumber daya strategis dalam mengembangkan produk inovatif, bernilai tambah tinggi yang dapat bersaing di pasar global.Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya dilestarikan secara simbolis tetapi juga diberdayakan sebagai kekuatan penggerak untuk pengembangan ekonomi dan identitas nasional.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut peran institusi dalam mendukung dan mempromosikan kerajinan tradisional dalam ekonomi kreatif. Studi ini dapat berfokus pada strategi dan kebijakan yang dapat diterapkan oleh institusi pemerintah dan swasta untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan kerajinan tradisional. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara baru untuk mengintegrasikan kerajinan tradisional ke dalam industri kreatif, seperti dengan mengembangkan platform digital yang memfasilitasi kolaborasi antara pengrajin, desainer, dan konsumen. Penelitian juga dapat menyelidiki tantangan dan peluang dalam memodernisasi kerajinan tradisional tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan identitas lokal. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih pada upaya pelestarian dan pengembangan kerajinan tradisional sebagai aset ekonomi yang berkelanjutan dan bernilai tinggi dalam ekonomi kreatif Indonesia.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified techniumscience.com/index.php/technium/article/view/10078One moment please one moment please wait request verified techniumscience index php technium article view 10078
  2. More than an Ethnic Marker: Toraja Art as Identity Negotiator - Adams - 1998 - American Ethnologist -... anthrosource.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1525/ae.1998.25.3.327More than an Ethnic Marker Toraja Art as Identity Negotiator Adams 1998 American Ethnologist anthrosource onlinelibrary wiley doi 10 1525 ae 1998 25 3 327
  3. Sustainability principle in Nusantara architecture: case study of the Tongkonan House, the Betawi Stage... doi.org/10.1088/1755-1315/1007/1/012015Sustainability principle in Nusantara architecture case study of the Tongkonan House the Betawi Stage doi 10 1088 1755 1315 1007 1 012015
  4. Perspective: Linking Design Thinking with Innovation Outcomes through Cognitive Bias Reduction - Liedtka... doi.org/10.1111/jpim.12163Perspective Linking Design Thinking with Innovation Outcomes through Cognitive Bias Reduction Liedtka doi 10 1111 jpim 12163
Read online
File size2.49 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test