ISI DPSISI DPS

Mudra Jurnal Seni BudayaMudra Jurnal Seni Budaya

Penelitian ini mengkaji manajemen Galeri Nasional Indonesia (GNI) dalam proses transformasinya menjadi Badan Layanan Umum (BLU). GNI dipilih sebagai institusi kebudayaan negara yang menyelenggarakan pameran seni nasional maupun internasional, sehingga berpotensi menjadi acuan seni kontemporer Indonesia. Transformasi ini menandakan pergeseran signifikan menuju semangat kewirausahaan dalam kinerja institusional, yang berdampak langsung pada pengelolaan pameran seni. Penelitian ini bertujuan menjelaskan dan menganalisis pelaksanaan kebijakan BLU dalam meningkatkan manajemen GNI serta mengidentifikasi tantangan dan peluang internal maupun eksternal. Kebaruan studi ini terletak pada penggunaan dua studi kasus—Lini Natalini Widhiasi: Infinity Yin and Yang (2024) dan Arkiv Vilmansa: Semesta Arkiv (2025)—sebagai representasi implementasi BLU dalam praktik. Metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan kerangka teori kewirausahaan institusional. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan BLU merangsang GNI mengembangkan manajemen yang lebih kolaboratif, inovatif, dan berorientasi kewirausahaan, yang selanjutnya perlu diperkuat melalui strategi kemitraan publik‑swasta serta diversifikasi sumber pendanaan.

Implementasi kebijakan BLU di GNI membuka era baru bagi museum Indonesia dengan memungkinkan institusi menghasilkan pendapatan non‑pajak yang dapat langsung dialokasikan untuk pelestarian, pengembangan aset, dan peningkatan layanan publik.Namun, keberlanjutan GNI masih memerlukan langkah strategis, terutama peningkatan infrastruktur, pemeliharaan koleksi, serta penguatan kemitraan publik‑swasta dan mekanisme pendanaan melalui sponsor, donasi, dan patronase.Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi bagaimana insentif pajak, kebijakan art‑bonus, dan penggunaan teknologi digital dapat memperkuat kapasitas institusional serta memperluas partisipasi publik dalam mendukung museum.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan teknologi digital, seperti aplikasi mobile dan realitas tertambah, mempengaruhi pengalaman pengunjung di GNI setelah transformasi menjadi BLU, dengan tujuan mengidentifikasi fitur yang paling meningkatkan kepuasan dan partisipasi publik. Selain itu, studi komparatif antara GNI dan museum negara lainnya yang telah mengadopsi skema BLU dapat dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan insentif pajak bagi donor individu maupun institusi dalam menciptakan sumber pendanaan berkelanjutan bagi lembaga kebudayaan. Terakhir, penelitian dapat merumuskan model kemitraan publik‑swasta yang optimal dengan menguji berbagai bentuk kerja sama, seperti kontrak kerja sama operasional, pembagian keuntungan, dan program patronase, serta mengukur dampaknya terhadap peningkatan kualitas layanan, pengembangan koleksi, dan keberlanjutan finansial museum. Selain aspek teknologi, penting juga untuk meneliti persepsi pengelola museum terhadap perubahan struktur keuangan BLU, khususnya dalam hal fleksibilitas anggaran dan tanggung jawab akuntansi, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang memperbaiki tata kelola internal. Selanjutnya, analisis longitudinal terhadap dampak program merchandise dan penyewaan ruang pameran terhadap pendapatan non‑pajak selama lima tahun ke depan dapat memberikan gambaran tentang stabilitas keuangan jangka panjang. Akhirnya, kajian tentang partisipasi komunitas lokal dalam program edukasi dan kegiatan seni yang didanai oleh BLU dapat mengungkap kontribusi sosial budaya museum terhadap pembangunan daerah.

  1. DOI Name 10.31091 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 58z crossref email support... doi.org./10.31091DOI Name 10 31091 Values doi name values index type timestamp data hs serv 58z crossref email support doi 10 31091
Read online
File size6.84 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test