ISI DPSISI DPS

Mudra Jurnal Seni BudayaMudra Jurnal Seni Budaya

Penelitian ini mengembangkan kerangka konseptual untuk mendefinisikan panembang unggul dalam Tembang Sunda Cianjuran melalui studi kasus kompetisi PTSC DAMAS. Dengan desain penelitian kualitatif, dilakukan triangulasi data, teknik, dan sumber melalui wawancara mendalam dengan 12 informan kunci (juri, panembang, pakar budaya), observasi lapangan, serta analisis dokumen. Kerangka analitis berlandaskan teori estetika A.A.M. Djelantik dan model interaktif Miles dan Huberman, menghasilkan lima parameter utama: Bener (akurasi), Merenah (proporsionalitas), Genah (melodi), Alus (refinemen artistik), dan Mulus (integrasi tanpa cacat). Temuan ini menawarkan model penilaian yang berakar pada budaya sekaligus metodologis yang ketat untuk menilai kualitas performa vokal tradisional Sunda, serta menjadi langkah awal menuju sistem juri yang lebih objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penelitian ini berhasil merumuskan parameter estetika berbasis budaya untuk penampilan vokal Tembang Sunda Cianjuran, yaitu bener, merenah, genah, alus, dan mulus.Parameter‑parameter tersebut menyediakan kerangka sistematis yang sensitif secara kultural untuk meningkatkan keadilan dan transparansi dalam penilaian kompetisi, meskipun belum diterapkan sebagai skala penilaian tetap.Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan rubrik skor berbobot berdasarkan parameter ini guna memperkuat akuntabilitas dan profesionalisme dalam kompetisi musik tradisional.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi (1) pengembangan dan validasi rubrik penilaian berbobot yang mengkuantifikasi lima parameter estetika tersebut, sehingga menghasilkan sistem penilaian yang lebih transparan dan dapat direproduksi pada kompetisi PTSC DAMAS. (2) Studi komparatif yang menerapkan kerangka estetika ini pada tradisi vokal tradisional lain di Indonesia, misalnya Jaipongan atau Kacapi Suling, untuk menguji keumuman dan adaptabilitas parameter dalam konteks budaya yang berbeda. (3) Penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi seluler atau algoritma analisis audio, untuk secara otomatis mengukur indikator teknis (misalnya akurasi pitch, dinamika, dan ornamentasi) serta mendukung pelatihan panembang, yang dapat diuji dalam penelitian eksperimental dengan kelompok kontrol. Ketiga arah penelitian ini secara bersama‑sama dapat memperkuat legitimasi kompetisi, memperluas penerapan kerangka estetika, dan meningkatkan keberlanjutan pelestarian musik tradisional di mata masyarakat luas.

  1. Estetika Tari Minang dalam Kesenian Randai Analisis Tekstual-Kontekstual | Panggung. estetika tari minang... jurnal.isbi.ac.id/index.php/panggung/article/view/86Estetika Tari Minang dalam Kesenian Randai Analisis Tekstual Kontekstual Panggung estetika tari minang jurnal isbi ac index php panggung article view 86
  2. Repertoire-Specific Vocal Pitch Data Generation for Improved Melodic Analysis of Carnatic Music | Transactions... doi.org/10.5334/tismir.137Repertoire Specific Vocal Pitch Data Generation for Improved Melodic Analysis of Carnatic Music Transactions doi 10 5334 tismir 137
  3. PERANAN R. A. A. WIRANATAKUSUMAH V DALAM PENYEBARAN TEMBANG SUNDA CIANJURAN | Panggung. peranan penyebaran... jurnal.isbi.ac.id/index.php/panggung/article/view/77PERANAN R A A WIRANATAKUSUMAH V DALAM PENYEBARAN TEMBANG SUNDA CIANJURAN Panggung peranan penyebaran jurnal isbi ac index php panggung article view 77
Read online
File size2.7 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test