WIRARAJAWIRARAJA

Tandhuk MajengTandhuk Majeng

Cinta tanah air dan bangsa merupakan salah satu nilai utama dalam pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini dalam dunia pendidikan. Nilai ini mencerminkan rasa bangga, setia, dan tanggung jawab terhadap negara yang perlu ditumbuhkan melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan yang kontekstual di sekolah. Nilai cinta tanah air dapat ditanamkan dalam dunia sekolah salah satunya dengan strategi efektif melalui pengenalan dan praktik budaya lokal, seperti kegiatan membatik. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMP Plus Miftahul Ulum Tarate Sumenep dengan tujuan untuk menanamkan nilai cinta tanah air melalui pelatihan membatik jumputan. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keterampilan dan kemampuan psikomotorik siswa melalui praktik membatik, (2) memberikan pemahaman teoritis dan praktis mengenai pentingnya mencintai budaya bangsa, dan (3) membentuk karakter siswa yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari identitas good student citizen. Diharapkan program ini mampu memperkuat semangat nasionalisme serta menumbuhkan kepedulian generasi muda dalam melestarikan warisan budaya Indonesia.

Pelaksanaan program membatik jumputan di SMP Plus Miftahul Ulum secara praktis meningkatkan keterampilan psikomotorik, kreativitas, dan rasa tanggung jawab siswa.Selain itu, kegiatan tersebut berhasil menumbuhkan rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap budaya bangsa, sehingga memperkuat karakter cinta tanah air.Dengan demikian, pendekatan berbasis budaya lokal terbukti efektif dalam pembentukan karakter warga negara yang mencintai, menghargai, dan siap menjaga warisan budaya Indonesia.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran batik mempengaruhi peningkatan keterampilan dan motivasi siswa pada sekolah-sekolah di berbagai daerah, sehingga dapat dibandingkan efektivitasnya dengan metode tradisional. Selain itu, studi komparatif antara kegiatan membatik jumputan dengan bentuk seni budaya lokal lainnya, seperti tari atau musik tradisional, dapat mengidentifikasi mana yang lebih berdampak pada pembentukan karakter cinta tanah air dan nilai-nilai kebangsaan. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang melacak perkembangan sikap nasionalisme dan kepedulian budaya siswa selama beberapa tahun setelah mengikuti program membatik dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan efek pendidikan karakter berbasis budaya dalam jangka panjang. Penelitian tersebut sebaiknya melibatkan sampel yang lebih luas, mencakup berbagai tingkatan pendidikan serta variasi kondisi sumber daya, untuk memastikan generalisasi temuan dan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat bagi pengembangan kurikulum karakter berbasis budaya.

Read online
File size289.88 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test