ALFARABIALFARABI

J-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, FathonahJ-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah

Krisis moral yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan sosial menimbulkan pertanyaan mendasar: bagaimana pendidikan dapat berperan dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia? Dalam konteks global dan nasional, pendidikan karakter semakin dianggap sebagai solusi strategis atas degradasi etika dan perilaku peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pendidikan karakter dalam perspektif Islam sebagai fondasi utama pembentukan akhlak mulia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer, baik dari sumber Islam maupun pemikiran pendidikan umum. Analisis dilakukan terhadap karya-karya tokoh seperti Al-Ghazali, Ibnu Miskawaih, hingga pemikir modern seperti Zakiah Daradjat dan Thomas Lickona, dengan pendekatan deskriptif-analitis. Temuan utama menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam Islam bukan hanya instrumen moral, melainkan jalan pembentukan insan kamil melalui integrasi nilai-nilai tauhid, adab, dan etika sosial. Penelitian ini membedakan diri dari studi sebelumnya dengan menekankan pada integrasi literatur klasik Islam dan teori pendidikan karakter modern dalam merespons tantangan etis kontemporer. Meskipun keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan literatur yang masih bersifat konseptual dan belum teruji secara empiris, implikasi teoretisnya dapat menjadi dasar untuk pengembangan kurikulum akhlak yang kontekstual. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai inti dari sistem pendidikan Islam yang holistik dan solutif terhadap krisis moral masa kini.

Kajian ini menegaskan urgensi tinggi pendidikan karakter dalam perspektif Islam untuk membentuk pribadi berakhlak mulia di tengah krisis moral global, melalui proses integral yang menyatukan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial demi menciptakan insan kamil.Integrasi konsep Islam dengan teori pendidikan karakter modern, seperti Lickona, menunjukkan kesinambungan antara nilai universal dan ajaran transendental Islam, serta relevansinya dengan kebijakan nasional seperti Profil Pelajar Pancasila.Meskipun bersifat literatur, studi ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kurikulum akhlak berbasis keislaman dan menjadi fondasi penting untuk penelitian lanjutan yang lebih aplikatif.

Berdasarkan kajian konseptual ini, penelitian lanjutan dapat berfokus pada validasi empiris dan pengembangan model implementasi pendidikan karakter Islam yang lebih aplikatif. Salah satu arah studi menarik adalah bagaimana efektivitas model pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam yang terintegrasi di berbagai institusi pendidikan formal dan nonformal di Indonesia. Pertanyaan penelitian bisa diajukan, misalnya, Bagaimana implementasi kurikulum pendidikan karakter yang menggabungkan konsep `tazkiyat al-nafs` Al-Ghazali dan `moral action` Lickona secara konkret mempengaruhi perilaku dan kesadaran moral peserta didik di tingkat sekolah menengah? Studi ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif atau campuran untuk mengukur dampak pada dimensi `moral knowing`, `moral feeling`, dan `moral action` secara spesifik, bukan hanya secara kognitif. Selain itu, mengingat tantangan era digital dan relevansi kebijakan Profil Pelajar Pancasila, penelitian bisa menyelidiki peran strategis teknologi dan pelatihan guru dalam penguatan pendidikan karakter. Misalnya, Bagaimana pengembangan modul pelatihan guru yang berfokus pada peran mereka sebagai `murabbi` dan `uswah hasanah` dapat meningkatkan kualitas implementasi pendidikan karakter Islam di kelas, serta bagaimana platform digital dapat dimanfaatkan secara etis untuk mendukung pembentukan akhlak mulia dan mencegah krisis moral seperti perundungan siber? Peneliti juga dapat mengeksplorasi metode partisipatif bagi siswa untuk internalisasi nilai-nilai karakter dalam konteks kehidupan sehari-hari dan lingkungan digital mereka. Ide lainnya adalah merancang dan menguji prototipe kurikulum akhlak yang responsif terhadap isu-isu kontemporer dan melihat bagaimana adaptasinya di berbagai daerah dengan konteks budaya yang berbeda dapat memengaruhi keberhasilannya. Ini akan memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana pendidikan karakter Islam dapat benar-benar menjadi solusi transformatif terhadap krisis moral masa kini, bukan hanya sebagai teori.

  1. J-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah. staf siddiq tabligh amanah fathonah journal issn 318x published... ejournal.alfarabi.ac.id/index.php/stafJ STAF Siddiq Tabligh Amanah Fathonah staf siddiq tabligh amanah fathonah journal issn 318x published ejournal alfarabi ac index php staf
  2. Islamic values: a distinctive framework for moral education?: Journal of Moral Education: Vol 36, No... tandfonline.com/doi/abs/10.1080/03057240701643056Islamic values a distinctive framework for moral education Journal of Moral Education Vol 36 No tandfonline doi abs 10 1080 03057240701643056
  3. Urgensi Pendidikan Karakter dalam Membentuk Akhlak Mulia: Kajian Literatur Pendidikan Islam | J-STAF:... ejournal.alfarabi.ac.id/index.php/staf/article/view/1047Urgensi Pendidikan Karakter dalam Membentuk Akhlak Mulia Kajian Literatur Pendidikan Islam J STAF ejournal alfarabi ac index php staf article view 1047
Read online
File size349.27 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test