GLOBALGLOBAL

JURNAL SISFOTEK GLOBALJURNAL SISFOTEK GLOBAL

Beasiswa merupakan pemberian bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. Demikian halnya dengan Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer Bina Sarana Global yang telah memiliki program pemberian beasiswa bidikmisi terhadap calon mahasiswa baru. Akan tetapi, dalam melakukan seleksi beasiswa bidikmisi tersebut sistem yang berjalan masih secara manual dalam penyeleksiannya. Sistem Pendukung Keputusan menjadi alternatif dalam pemecahan masalah tersebut. Metode Analitical Hierarchy Process (AHP) adalah sebuah konsep untuk pembuatan keputusan berbasis multicriteria (kriteria yang banyak). Beberapa kriteria yang dibandingkan satu dengan lainnya (tingkat kepentingannya) adalah penekanan utama pada konsep AHP ini. Kemudian metode Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) menggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan jarak terpanjang (terjauh) dari solusi ideal negatif dari sudut pandang geometris dengan menggunakan jarak Euclidean (jarak antara dua titik) untuk menentukan kedekatan relatif dari suatu alternatif. Dengan memanfaatkan sistem yang diusulkan ini, akan membantu pihak marketing dalam menyeleksi Calon penerima Beasiswa Bidikmisi.

Sistem pemilihan penerimaan beasiswa bidikmisi pada STMIK Bina Sarana Global dibuat untuk mempermudah Bagian Marketing dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima beasiswa bidikmisi yang sebelumnya dilakukan secara manual.Rancangan aplikasi sistem pendukung keputusan ini dirancang untuk menghasilkan proses seleksi yang lebih objektif.Metode AHP digunakan untuk menghitung bobot kriteria, sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk proses perankingan calon penerima beasiswa.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang integrasi sistem pendukung keputusan ini dengan data terbuka dari sistem pemerintah seperti portal Bidikmisi nasional, agar verifikasi berkas calon penerima bisa dilakukan otomatis dan real-time, sehingga mengurangi ketergantungan pada input manual dan potensi kesalahan data. Kedua, penting untuk mengevaluasi dinamika perubahan bobot kriteria dari waktu ke waktu dengan studi komparatif antar tahun ajaran, untuk mengetahui apakah bobot kriteria seperti penghasilan orang tua atau prestasi akademik tetap relevan atau perlu penyesuaian berdasarkan tren penerima beasiswa yang sukses. Ketiga, perlu dirancang penelitian untuk memvalidasi akurasi sistem dengan metode eksperimen, yaitu membandingkan hasil perankingan sistem dengan penilaian tim penyeleksi manual dalam jangka waktu tertentu, serta menganalisis kinerja akademik penerima beasiswa di masa studi mereka guna mengukur sejauh mana sistem berhasil memilih calon yang tidak hanya layak secara sosial tetapi juga berpotensi akademik tinggi.

  1. #sistem pendukung keputusan#sistem pendukung keputusan
  2. #akurasi sistem#akurasi sistem
Read online
File size734.96 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1Vs
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test