IPBIPB

Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)

Pengembangan sektor pariwisata dapat memberikan dampak pada sektor ekonomi dan lingkungan. Pengembangan pariwisata diharapkan dapat menyeimbangkan semua sektor serta tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Berbagai atribut pariwisata, seperti aksesibilitas, fasilitas, dan layanan, dapat membentuk persepsi wisatawan yang dapat dijadikan dasar untuk mengevaluasi manajemen dan pengembangan pariwisata. Wisata Alam Hutan Pinus Limpakuwus memiliki potensi besar karena mencakup area seluas 25 hektar, berlokasi di dataran tinggi, memiliki iklim sejuk, dan pemandangan alam yang indah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi dan daya tarik objek wisata serta mengidentifikasi persepsi wisatawan terhadap kondisi pariwisata. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) melalui observasi dan wawancara dengan manajer tur serta wisatawan. Metode yang diterapkan berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wisata Alam Hutan Pinus Limpakuwus memiliki potensi dan daya tarik yang baik untuk dikembangkan dalam aspek flora dan fauna, fasilitas serta infrastruktur, atraksi wisata, aksesibilitas, dan sumber daya manusia. Persepsi wisatawan terhadap kondisi pariwisata tergolong cukup baik, dengan beberapa catatan perbaikan pada berbagai penilaian. Wisata alam memiliki potensi besar untuk merealisasikan pariwisata berkelanjutan. Namun, masih diperlukan partisipasi lebih lanjut dalam mengelola aspek lingkungan pada seluruh subjek pariwisata.

Berdasarkan analisis, Wisata Alam Hutan Pinus Limpakuwus memiliki potensi besar dengan luas 25 ha, iklim sejuk, panorama alam yang indah, serta keanekaragaman flora dan fauna, atraksi wisata yang beragam, kebersihan, kenyamanan, keamanan, aksesibilitas, fasilitas, infrastruktur, dan manajemen yang baik, sehingga layak dikembangkan menjadi destinasi wisata nasional dan internasional.Persepsi responden menunjukkan bahwa kondisi kebersihan, estetika, kenyamanan, keamanan, aksesibilitas, dan kualitas layanan wisata dianggap cukup baik, meskipun masih terdapat ruang perbaikan.Namun, upaya penyuluhan tentang konsep wisata ramah lingkungan melalui papan peringatan masih dianggap kurang efektif, sehingga diperlukan peningkatan strategi edukasi lingkungan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penerapan atraksi wisata ramah lingkungan, seperti jalur edukasi ekowisata dan aktivitas berbasis konservasi, memengaruhi kepuasan pengunjung serta indikator lingkungan di Wisata Alam Hutan Pinus Limpakuwus. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi efektivitas berbagai strategi penyuluhan lingkungan, misalnya penggunaan papan informasi interaktif, aplikasi mobile, atau penyampaian audio, dalam meningkatkan perilaku berkelanjutan wisatawan selama berkunjung. Selain itu, penelitian dapat menganalisis potensi integrasi elemen budaya lokal, seperti pertunjukan musik tradisional, tarian, dan kerajinan, dengan objek wisata alam untuk memperkuat manfaat ekonomi masyarakat serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ketiga arah studi tersebut diharapkan memberikan wawasan komprehensif untuk memperbaiki manajemen, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan menyeimbangkan tujuan konservasi serta kepuasan wisatawan.

Read online
File size434.26 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test