NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE

Journal of Management and Digital BusinessJournal of Management and Digital Business

Sistem manajemen kinerja yang efektif memerlukan perhatian khusus dari para peneliti, terutama dalam pendekatannya yang holistik dan komprehensif untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Minat para peneliti terhadap efektivitas PMS relatif tinggi dari berbagai perspektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang secara komprehensif mendorong efektivitas PMS. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tinjauan literatur sistematis terhadap artikel penelitian dari tahun 2000 hingga yang terbaru di tahun 2024. Tinjauan ini mencakup 28 artikel final dari jurnal-jurnal bereputasi. Beberapa elemen penting dari PMS yang efektif ditemukan, yaitu: umpan balik yang rutin dan komunikasi yang efektif, keterlibatan dan pemberdayaan karyawan, keadilan dan objektivitas, penyelarasan dan integrasi strategis, tujuan kinerja yang jelas dan perencanaan, komitmen manajemen puncak, budaya yang berorientasi pada kinerja, integrasi PMS, serta penghargaan dan pengakuan. Dengan berfokus pada aspek-aspek ini, organisasi dapat memastikan bahwa karyawan mereka terlibat dan termotivasi, sehingga mendukung pencapaian tujuan strategis mereka.

Tinjauan literatur sistematis ini menyimpulkan bahwa Sistem Manajemen Kinerja (PMS) yang efektif sangat penting untuk meningkatkan efektivitas organisasi secara keseluruhan.Penelitian ini berhasil mengembangkan kerangka kerja komprehensif dengan mengintegrasikan sembilan indikator utama yang memengaruhi efektivitas PMS, mencakup umpan balik, keterlibatan karyawan, keadilan, penyelarasan strategis, tujuan yang jelas, komitmen manajemen puncak, budaya berorientasi kinerja, integrasi PMS, serta penghargaan.Dengan fokus pada elemen-elemen ini, organisasi dapat memastikan karyawan tetap terlibat dan termotivasi, sehingga mendukung pencapaian tujuan strategis.

Berdasarkan temuan yang ada, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi guna memperkaya pemahaman kita tentang Sistem Manajemen Kinerja (PMS). Pertama, penting untuk menginvestigasi secara mendalam bagaimana metode kualitatif, seperti analisis naratif atau studi etnografi, dapat secara efektif menangkap dampak PMS pada dinamika budaya organisasi dan kolaborasi antar karyawan. Ini akan melengkapi metrik kuantitatif yang ada, dengan mengungkap pengalaman karyawan yang lebih kaya dan nuansa interaksi yang mungkin terlewatkan oleh pendekatan tradisional. Kedua, seiring dengan pesatnya integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin dalam PMS, diperlukan penelitian yang mengkaji secara kritis implikasi etis dan potensi bias algoritmik dalam penilaian kinerja. Bagaimana organisasi dapat merancang sistem PMS berbasis AI agar tetap adil, transparan, dan berpusat pada manusia, sekaligus mengukur dampak sistem tersebut terhadap kepercayaan karyawan dan penerimaan mereka? Terakhir, dengan mempertimbangkan fokus PMS sebagai alat strategis yang berorientasi pada kinerja dan imbalan, studi di masa depan dapat meneliti pengaruh jangka panjang dari PMS yang sangat terintegrasi terhadap kesejahteraan psikologis karyawan. Bagaimana tekanan untuk mencapai tujuan yang jelas dan terkait penghargaan memengaruhi tingkat stres, keseimbangan hidup-kerja, dan kesehatan mental karyawan, serta peran gaya kepemimpinan dalam memoderasi hubungan ini? Penelitian-penelitian ini akan memberikan wawasan yang lebih holistik dan praktis bagi pengembangan PMS di masa depan.

  1. Implementation and Effectiveness of Performance Management System in Alfalah Bank | Mughal | Journal... doi.org/10.5296/jpag.v4i4.6869Implementation and Effectiveness of Performance Management System in Alfalah Bank Mughal Journal doi 10 5296 jpag v4i4 6869
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/apl0000368APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 apl0000368
Read online
File size483.63 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test