ISEIISEI

One moment, please...One moment, please...

Studi ini menganalisis visibilitas digital, pengembangan infrastruktur, dan kedatangan turis di 38 kabupaten dan kota, serta mengklasifikasikannya menggunakan analisis deskriptif, korelasi Pearson, dan pengelompokan K-Means. Sumber data meliputi Google Trends (minat pariwisata digital), citra Nighttime Light (pengembangan infrastruktur), dan statistik turis domestik dari BPS. Hasil penelitian mengidentifikasi empat kelompok dengan karakteristik berbeda: Kota Surabaya menunjukkan kinerja tinggi di semua aspek, sementara wilayah lain menunjukkan minat digital yang kuat tetapi infrastruktur terbatas. Studi ini merekomendasikan promosi digital yang ditargetkan, peningkatan infrastruktur untuk tujuan wisata yang banyak diminati, dan penguatan daya tarik wisata di wilayah yang sedang berkembang, yang berkontribusi pada pengembangan pariwisata yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa jumlah wisatawan domestik, indeks Google Trends, dan data Nighttime Light (NTL) dapat memberikan wawasan berharga tentang potensi dan pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Jawa Timur.Namun, analisis menunjukkan bahwa perkembangan tersebut tidak merata di seluruh kabupaten dan kota.Dengan menggunakan metode pengelompokan K-Means, wilayah dikelompokkan berdasarkan indikator minat pencarian tujuan wisata, jumlah wisatawan domestik, dan tingkat dukungan infrastruktur.Hasilnya menunjukkan bahwa daerah-daerah tersebut terbagi menjadi empat kelompok, yang masing-masing memerlukan strategi pengembangan pariwisata yang disesuaikan.

Berdasarkan analisis data, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana sentimen media sosial terkait dengan destinasi wisata tertentu berkorelasi dengan perubahan minat pencarian di Google Trends, sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana persepsi publik memengaruhi keputusan perjalanan. Kedua, penelitian dapat menyelidiki dampak investasi infrastruktur tertentu (misalnya, peningkatan jalan, pembangunan bandara) terhadap pertumbuhan pariwisata di wilayah-wilayah yang kurang berkembang, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti aksesibilitas dan konektivitas. Ketiga, penelitian dapat menguji efektivitas berbagai strategi pemasaran digital yang disesuaikan dengan karakteristik unik setiap kelompok wilayah, dengan tujuan meningkatkan visibilitas dan menarik wisatawan ke tujuan-tujuan yang kurang dikenal. Dengan menggabungkan wawasan dari data digital, analisis spasial, dan studi perilaku konsumen, penelitian di masa depan dapat memberikan panduan yang lebih tepat sasaran untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan di Jawa Timur.

  1. Optimizing tourism development using Google Trends and nighttime light (NTL) data | Jurnal Ekonomi Indonesia.... doi.org/10.52813/jei.v14i3.792Optimizing tourism development using Google Trends and nighttime light NTL data Jurnal Ekonomi Indonesia doi 10 52813 jei v14i3 792
  2. Anesthesia & Analgesia. anesthesia analgesia journals.lww.com/anesthesia-analgesia/fulltext/2018/05000/correlation_coefficients__appropriate_use_and.50.aspxAnesthesia Analgesia anesthesia analgesia journals lww anesthesia analgesia fulltext 2018 05000 correlation coefficients appropriate use and 50 aspx
  3. Using K-Means Clustering to Cluster Provinces in Indonesia - IOPscience. means clustering cluster provinces... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1028/1/012006Using K Means Clustering to Cluster Provinces in Indonesia IOPscience means clustering cluster provinces iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1028 1 012006
Read online
File size753.99 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test