STAIDHISTAIDHI

Dharma: Jurnal Pengabdian MasyarakatDharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Kuliner dan pariwisata memiliki kaitan yang erat. Kuliner tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan dasar wisatawan, tetapi juga membentuk citra sebuah destinasi pariwisata dan menyediakan pengalaman yang otentik dan berkesan bagi wisatawan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Wisata Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, NTB, dengan fokus utama pada pengembangan menu kuliner khas berbahan dasar pangan lokal. Ikan lele, terutama varietas dumbo (Clarias spp.) yang merupakan komoditas unggulan desa, dipilih sebagai tema utama kuliner khas yang dikembangkan dengan harapan dapat memperkuat citra dan daya saing Batu Kumbung sebagai desa wisata. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui metode sosialisasi, diskusi, observasi, wawancara, pelatihan, dan praktik. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan partisipatif, mulai dari penggalian informasi, konsultasi, hingga pemberdayaan. Dengan cara ini, masyarakat dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan menu kuliner khas dan menerapkan teknik pengolahan makanan yang baik. Produk akhir yang dihasilkan dari kegiatan PKM ini berupa susunan menu yang diberi nama “Dulang Lele Batu Kumbung, terdiri dari 3 hidangan utama berbahan lele, 2 hidangan pendamping, dan 1 minuman.

Kegiatan PKM di Desa Wisata Batu Kumbung telah menghasilkan susunan menu olahan lele sebagai hidangan khas yang dapat memperkuat citra desa.Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memiliki kemampuan untuk mengembangkan menu berbasis pangan lokal, tetapi juga keterampilan untuk menerapkan teknik pengolahan makanan yang baik.Namun, untuk mewujudkan produk pariwisata yang utuh dan berkesan, diperlukan akses terhadap produk kuliner lokal dan rancangan program wisata kuliner desa yang komprehensif.

Berdasarkan hasil PKM ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan strategi pemasaran produk kuliner khas Desa Batu Kumbung, termasuk pemanfaatan platform digital dan kerjasama dengan agen perjalanan wisata. Selain itu, perlu dilakukan studi kelayakan untuk pendirian pusat kuliner desa yang representatif, dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan dikelola secara profesional. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengkaji potensi pengembangan paket wisata kuliner yang melibatkan wisatawan secara aktif dalam proses pembuatan dan penyajian hidangan, sehingga dapat meningkatkan pengalaman wisata dan memperkuat citra Desa Batu Kumbung sebagai destinasi kuliner yang unik dan berkesan. Dengan demikian, upaya pengembangan kuliner di Desa Batu Kumbung dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

Read online
File size640.63 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test