STIE MUTTAQIENSTIE MUTTAQIEN

Eqien - Jurnal Ekonomi dan BisnisEqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan, menjelaskan, dan menganalisis pengaruh parsial maupun simultan peran kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Penelitian bersifat kuantitatif dengan metode verifikasi deskriptif. Populasi penelitian adalah pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berjumlah 124 orang. Sampel yang diuji sebanyak 124 orang dengan teknik pengambilan sampel nonprobabilitas menggunakan metode sampling jenuh. Teknik analisis data menggunakan analisis rentang skala dan analisis jalur dengan perangkat lunak SPSS 24 untuk Windows. Berdasarkan hasil penelitian, peran kepemimpinan memperoleh skor rata‑rata 525,2 dengan kriteria baik, budaya organisasi memperoleh skor rata‑rata 518,6 dengan kriteria baik, dan kinerja pegawai memperoleh skor rata‑rata 529,5 dengan kriteria baik. Koefisien korelasi antara variabel peran kepemimpinan dan budaya organisasi sebesar 0,734 menunjukkan hubungan yang kuat, positif, dan signifikan. Pengaruh parsial peran kepemimpinan terhadap kinerja pegawai sebesar 13,6 % sedangkan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai sebesar 29,5 %, sementara pengaruh simultan keduanya terhadap kinerja pegawai mencapai 72,7 %; sisanya 27,3 % merupakan pengaruh yang tidak terukur.

Penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan dan budaya organisasi di Dinas PUPR Karawang berada pada tingkat cukup baik, meskipun terdapat kelemahan pada dimensi informational role kepemimpinan dan keagresifan budaya organisasi serta inisiatif kerja pegawai.Analisis korelasi mengungkapkan hubungan kuat (r = 0,734) antara kepemimpinan dan budaya organisasi, dengan pengaruh parsial masing‑masing terhadap kinerja pegawai sebesar 13,6 % dan 29,5 %, serta kontribusi simultan keduanya mencapai 72,7 % terhadap kinerja.Sisanya 27,3 % dipengaruhi faktor lain yang belum diteliti.

Pertama, mengingat rendahnya skor pada dimensi informational role kepemimpinan, penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana peningkatan kompetensi komunikatif pemimpin mempengaruhi motivasi dan kinerja pegawai, dengan menggunakan desain eksperimen quasi‑experimental dan pengukuran berbasis skala komunikasi efektif. Kedua, mengingat kelemahan pada dimensi keagresifan budaya organisasi, studi selanjutnya dapat menguji peran intervensi pelatihan soft‑skill berbasis mindfulness dalam mengurangi perilaku agresif dan meningkatkan kolaborasi tim, melalui pendekatan mixed‑methods yang menggabungkan survei longitudinal dan wawancara mendalam. Ketiga, karena 27,3 % varians kinerja tidak dijelaskan oleh kepemimpinan dan budaya organisasi, penelitian berikutnya dapat mengeksplorasi kontribusi faktor eksternal seperti dukungan teknologi informasi, beban kerja, dan kepuasan layanan publik terhadap kinerja pegawai, dengan metode survei skala besar dan analisis regresi hierarkis untuk mengidentifikasi pengaruh relatif masing‑masing variabel. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang mekanisme peningkatan kinerja di lingkungan Dinas PUPR, serta memberikan dasar empiris bagi pembuat kebijakan untuk merancang program pengembangan sumber daya manusia yang lebih terarah.

Read online
File size547.24 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test