DISKRESIDISKRESI

ARTED: Jurnal Ilmiah Seni dan Pendidikan SeniARTED: Jurnal Ilmiah Seni dan Pendidikan Seni

Penelitian ini bertujuan mengkaji respons generasi Z terhadap pertunjukan wayang orang dalam konteks budaya digital masa kini. Metode yang digunakan adalah systematic review terhadap 30 artikel ilmiah terbitan 2019–2024, dengan pendekatan kualitatif dan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa generasi Z lebih tertarik pada pertunjukan yang menampilkan visual kuat, interaktivitas, dan pengalaman yang personal. Namun, wayang orang dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab ekspektasi mereka yang akrab dengan media digital. Meskipun demikian, peluang pelestarian tetap terbuka melalui strategi digitalisasi, kolaborasi lintas bidang seni, dan pendekatan pendidikan berbasis teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi Z tidak acuh terhadap budaya tradisional, tetapi membutuhkan bentuk penyajian yang lebih kontekstual dan komunikatif. Penelitian ini merekomendasikan inovasi dalam penyajian wayang orang agar tetap relevan dan mampu hidup berdampingan dengan budaya populer di tengah arus modernisasi.

Temuan utama menunjukkan bahwa generasi Z memiliki preferensi yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan gaya hidup digital, sehingga media sosial serta inovasi digital menjadi kunci menarik minat mereka terhadap seni tradisional.Meskipun penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menghubungkan tradisi dengan generasi muda, keterbatasannya terletak pada penggunaan data sekunder dan fokus studi lokal yang dapat mengurangi generalisasi hasil.Oleh karena itu, penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan data primer dengan metode campuran, serta mengeksplorasi dampak teknologi digital secara spesifik, misalnya dalam intervensi pendidikan atau terapi berbasis seni, untuk memperkuat adaptasi seni tradisional demi keberlanjutan warisan budaya.

Penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh pengalaman wayang orang berbasis realitas virtual (VR) terhadap pembentukan identitas budaya dan tingkat empati generasi Z melalui desain eksperimental yang membandingkan kelompok eksposur VR dengan kelompok kontrol yang hanya menonton video tradisional; selanjutnya, studi kolaboratif dapat disusun untuk mengevaluasi bagaimana lokakarya co‑creation antara anggota generasi Z dan dalang tradisional dalam merancang narasi wayang digital memengaruhi tingkat keterlibatan, rasa memiliki, dan keberlanjutan pelestarian budaya, dengan menggunakan metode kualitatif longitudinal serta survei keterlibatan; terakhir, analisis kebijakan lintas provinsi dapat dilakukan untuk menilai efektivitas kerangka regulasi dan mekanisme pendanaan dalam mendukung proyek wayang digital berbasis komunitas, mengidentifikasi faktor penghambat dan penguat keberhasilan, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti untuk memperluas dampak digitalisasi budaya di Indonesia.

  1. Wayang Wong Bali performance in era pandemic Covid 19 - IOPscience. wayang bali performance era pandemic... doi.org/10.1088/1755-1315/724/1/012109Wayang Wong Bali performance in era pandemic Covid 19 IOPscience wayang bali performance era pandemic doi 10 1088 1755 1315 724 1 012109
  2. Budaya Lokal sebagai Sarana Pemulihan Trauma: Sebuah Studi pada Generasi Z di Indonesia | Saneskara:... doi.org/10.62491/sjss.v1i2.2024.18Budaya Lokal sebagai Sarana Pemulihan Trauma Sebuah Studi pada Generasi Z di Indonesia Saneskara doi 10 62491 sjss v1i2 2024 18
  3. Jauss' theory of reception | International journal of health sciences. jauss theory reception journal... doi.org/10.53730/ijhs.v6ns6.10261Jauss theory of reception International journal of health sciences jauss theory reception journal doi 10 53730 ijhs v6ns6 10261
Read online
File size284.98 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test