UNCMUNCM

Jurnal Genta MuliaJurnal Genta Mulia

Tujuan penelitian ini untuk mengatahui pengaruh pelaksanaan model kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar matematika siswa yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif quasi experimental design dengan model desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi yang diamati dalam penelitian ini berjumlah 57 orang siswa yang diambil dari kelas VA dan VB SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar. Sedangkan, sampelnya berjumlah 50 orang siswa yang ditetapkan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran matematika siswa kelas V SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar dilaksanakan melalui sembilan tahapan pembelajaran dan terlaksana dengan baik sebab dalam prosesnya terjadi peningkatan proses pembelajaran secara berkelanjutan pada pertemuan I sampai pada pertemuan IV; 2) Hasil belajar matematika siswa sebelum diajar melalui pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw maupun yang belum diajar dengan cara pembelajaran lainnya masing-masing mencapai kualifikasi penilaian yang tidak memuaskan. Sementara hasil belajar siswa setelah diajar melalui pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mengalami peningkatan hasil belajar dengan kualifikasi sangat memuaskan. Begitupula hasil belajar matematika siswa setelah diajar dengan cara pembelajaran lainnya juga mengalami peningkatan hasil belajar, namun peningkatan hasil belajarnya berada pada kualifikasi kurang memuaskan; 3) Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar.

Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mengalami peningkatan hasil belajar matematika dengan kualifikasi sangat memuaskan, dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan cara pembelajaran lainnya yang hanya mengalami peningkatan hasil belajar dengan kualifikasi kurang memuaskan.Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat menjadi solusi penanganan masalah terhadap rendahnya hasil belajar matematika siswa di sekolah dasar.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap motivasi belajar siswa, dengan fokus pada bagaimana kerjasama dalam kelompok dapat meningkatkan minat dan semangat siswa dalam mempelajari matematika. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi hasil belajar matematika siswa, seperti gaya belajar, kemampuan awal, atau lingkungan keluarga, sehingga dapat dirancang strategi pembelajaran yang lebih personal dan efektif. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat diintegrasikan dengan teknologi, misalnya melalui penggunaan platform pembelajaran daring atau aplikasi matematika interaktif, untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan bagi siswa di era digital.

Read online
File size329 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test