UNIMUNIM

IJCDE (Indonesian Journal of Community Diversity and Engagement)IJCDE (Indonesian Journal of Community Diversity and Engagement)

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan hilangnya masa kanak-kanak akibat konsumsi media massa, permainan, dan gaya hidup dewasa yang semakin merajalela, terutama di platform media sosial seperti YouTube dan Instagram. Permasalahan ini diperparah dengan munculnya permainan sebagai alternatif hiburan bagi anak-anak pasca Pandemi COVID-19 yang menyebabkan kecanduan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi di Sekolah Dasar Sumber Jati, Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi perpustakaan sekolah, pengadaan perpustakaan keliling dari Kabupaten Mojokerto, gerakan literasi sekolah yang dibimbing oleh Universitas Islam Majapahit dan pustakawan Mojokerto, penyediaan informasi ilmiah yang relevan, dan kegiatan mendengarkan cerita kearifan lokal selama 15 menit dapat menjadi solusi untuk membangun pola pikir kritis dan etis pada generasi muda.

Berdasarkan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah, dapat disimpulkan bahwa tindakan kebiasaan mendengarkan cerita kearifan lokal selama 15 menit sangat penting untuk menciptakan suasana akademik sebelum pelajaran dimulai.Stimulasi berupa perpustakaan keliling menjadi solusi alternatif untuk membangkitkan minat baca siswa, dan cerita kearifan lokal dalam buku fiksi dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa.Pembaruan informasi ilmiah terkait model dan teknik membaca perlu dilakukan secara berkala, serta pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak-anak agar tidak terpengaruh oleh perkembangan teknologi yang negatif.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas berbagai metode literasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara sekolah yang menerapkan gerakan literasi dengan sekolah yang tidak, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi pada keberhasilan program. Pengembangan aplikasi atau platform digital yang menyediakan akses ke berbagai sumber bacaan dan kegiatan literasi interaktif juga menjadi arah penelitian yang menjanjikan, terutama untuk menjangkau siswa di daerah terpencil atau yang memiliki keterbatasan akses ke perpustakaan fisik. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan guru yang efektif dalam mengintegrasikan literasi ke dalam kurikulum mata pelajaran, sehingga kegiatan membaca tidak hanya terbatas pada waktu istirahat atau kegiatan ekstrakurikuler.

Read online
File size897.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test