PELITABANGSAPELITABANGSA

Prosiding Sains dan TeknologiProsiding Sains dan Teknologi

Bangunan cagar budaya peninggalan kolonial yang berada pada wilayah dengan risiko gempa menengah–tinggi memerlukan asesmen kondisi eksisting yang andal sebelum dilakukan perubahan fungsi, karena perubahan ini dapat meningkatkan tuntutan beban gravitasi maupun risiko keselamatan penghuni. Penelitian ini menyajikan evaluasi awal keandalan struktur pada sebuah bangunan heritage tipe A (anonim) di wilayah Jakarta Barat dengan sistem struktur campuran berupa dinding pemikul (bearing wall) yang dikombinasikan dengan rangka beton bertulang dan profil baja. Metode yang digunakan berbasis pengujian tanpa merusak (Non-Destructive Testing/NDT) sebagai pendekatan cepat dan minim intervensi, mengacu pada FEMA P-154 dan prinsip evaluasi berbasis kinerja pada ASCE 41-17. Program NDT meliputi Schmidt rebound hammer untuk estimasi kuat tekan beton, Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) untuk menilai kualitas internal beton, pemindaian tulangan (rebar scan) untuk indikasi penulangan, serta uji kekerasan Brinell untuk menilai kondisi material profil baja. Temuan visual menunjukkan retak rambut pada balok sekunder serta spalling selimut beton pada zona semi-basement yang berkorelasi dengan paparan kelembapan tinggi. Hasil hammer test pada kolom utama menunjukkan nilai pantul rata-rata R>35 dengan estimasi kuat tekan fc sekitar 25–30 MPa (kategori baik), sedangkan pelat lantai menunjukkan R≈30–32 dengan estimasi fc sekitar 20 MPa (kategori cukup dan memenuhi syarat minimal bangunan lama). Nilai UPV >3,5 km/s mengindikasikan beton padat tanpa indikasi keropos internal yang signifikan. Uji kekerasan baja menunjukkan mutu setara BJ-37 dengan tidak ditemukannya pengurangan penampang akibat korosi yang berarti. Secara keseluruhan, bangunan berada pada kategori layak fungsi dan masih memiliki cadangan kekuatan awal yang memadai terhadap kebutuhan fungsi baru, dengan rekomendasi perbaikan lokal berupa grouting epoksi pada retak dan patching mortar pada spalling untuk menjaga durabilitas jangka panjang.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa bangunan cagar budaya yang diteliti memiliki kondisi material utama yang memadai dan secara umum layak fungsi pada tahap evaluasi awal.Namun, analisis perhitungan menunjukkan potensi kekritisan pada kapasitas geser elemen tertentu akibat perubahan fungsi bangunan menjadi museum dan tuntutan gempa modern.Oleh karena itu, diperlukan evaluasi struktural lebih komprehensif, termasuk pemodelan analisis berbasis kinerja dan verifikasi detailing elemen, serta perbaikan lokal berupa grouting epoksi dan patching mortar untuk menjaga durabilitas.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai perilaku struktur campuran (dinding pemikul, rangka beton, dan baja) pada bangunan cagar budaya saat terpapar beban gempa, dengan fokus pada interaksi elemen dan potensi ketidakberaturan kekakuan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode evaluasi yang lebih akurat dan efisien untuk mengidentifikasi potensi korosi tulangan pada zona semi-basement, termasuk penggunaan teknik elektrokimia atau pemetaan termal. Ketiga, penting untuk menginvestigasi efektivitas berbagai teknik perkuatan (retrofit) yang kompatibel dengan prinsip konservasi bangunan cagar budaya, seperti penggunaan material komposit serat karbon (CFRP) atau sistem peredam energi, serta menguji kinerjanya melalui simulasi numerik dan/atau pengujian laboratorium skala penuh. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keamanan dan keberlanjutan bangunan cagar budaya di Indonesia, serta memastikan bahwa aset-aset bersejarah ini dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.

Read online
File size198.15 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test