ITKAITKA

SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanSAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan

Luka adalah suatu trauma fisik yang mengakibatkan terputusnya diskontinuitas kulit. Penyembuhan luka yang sangat penting untuk restorasi dari terputusnya jaringan, dalam hal ini kulit, baik secara anatomi maupun secara fungsional. Jaringan yang rusak akan memulai proses penyembuhan luka yaitu dengan penggantian jaringan-jaringan yang telah rusak (jaringan nekrosis) dengan jaringan yang baru dan sehat. Fase ini, juga terjadi reaksi vaskuler pada tempat terjadinya luka ditandai dengan banyaknya sel radang yang terikat dalam luka leukosit dan aktif melakukan pergerakan dengan lekosites seperti polimorfonuklear (PMN L) atau neutrophil, Neutrofil adalah sel yang berfungsi melakukan fagositosis benda asing dan bakteri, Jumlahnya meningkat cepat ketika terjadi inflamasi dan berumur pendek bila tidak terjadi infeksi. Berdasarkan hal ini, maka peneliti tertarik meneliti peranan Biospray by Nutric secara topikal terhadap jumlah leukosit PMN (neutrofil), dalam mempercepat proses penyembuhan luka pada Laboratorium Hewan Fakultas Kedokteran Unhas Laboratorium Anatomi dan Fisiologi Kedokteran Unhas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Randomized Post Test Control Group dengan menggunakan tikus wistar sebagai subjek penelitian yang dibagi dalam 3 kelompok dengan kondisi yang berbeda lalu masing-masing tikus diberi model perlukaan akut yang dilukai dengan punch biopsy diameter 0,8 cm dan kemudian dilakukan pemberian Biospray Revolutic secara topikal pada luka tikus. Dari penelitian yang dilakukan terbukti bahwa hubungan antara penyembuhan luka dengan menggunakan sediaan Biospray Revolutic dibandingkan dengan larutan Nacl 0,9 % dan sediaan Biospray Revolutic Plus yang dapat memberikan hasil yang bermakna penurunan jumlah PMN-L pada tahapan penyembuhan luka.

Penyembuhan luka menggunakan Biospray Revolutic secara topikal lebih baik dibandingkan kelompok Nacl 0,9 % dengan bukti di fase akhir penyembuhan menunjukkan sel PMN L (Neutrofil) yang sangat menurun dibandingkan kelompok Nacl 0.Penelitian ini merupakan suatu bukti yang menjelaskan hubungan antara penyembuhan luka dengan menggunakan sediaan Biospray Revolutic dibandingkan dengan larutan Nacl 0,9 % dan sediaan Biospray Plus yang dapat memberikan hasil yang bermakna pada tahapan penyembuhan luka dalam fase inflamasi, proliferasi dan maturasi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi mekanisme molekuler yang mendasari efek Biospray Revolutic dalam mengurangi jumlah PMN-L dan mempercepat penyembuhan luka. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis ekspresi gen dan protein yang terlibat dalam proses inflamasi dan regenerasi jaringan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi Biospray Revolutic yang lebih optimal, misalnya dengan menambahkan senyawa lain yang memiliki sifat anti-inflamasi atau stimulan pertumbuhan jaringan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi Biospray Revolutic dalam penanganan luka pada kondisi medis tertentu, seperti luka diabetes atau luka infeksi, yang seringkali mengalami penyembuhan yang lambat dan kompleks. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai manfaat Biospray Revolutic dalam penyembuhan luka, serta membuka peluang pengembangan produk terapeutik yang inovatif dan efektif.

Read online
File size321.34 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test