BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social Science

Balai telah menjadi destinasi utama dunia untuk wisata spiritual dan kebugaran, menarik para pelancong Barat yang mencari transformasi pribadi dan penyembuhan batin. Salah satu praktik budaya yang menonjolnya adalah upacara pembersihan Balinese, melukat, yang menggunakan air suci sebagai media pembersihan spiritual. Penelitian ini mengeksplorasi interaksi antara wisatawan Barat dan praktik spiritual Balinese, dengan fokus khusus pada bagaimana melukat dialami dan diinterpretasikan dalam konteks lintas budaya. Metode kualitatif dipakai, menggunakan wawancara mendalam dan observasi partisipatif di situs suci dan pusat kebugaran di Bali. Data dianalisis tematik untuk mengidentifikasi pola utama terkait motivasi wisatawan dan proses penciptaan makna. Hasil menunjukkan empat motivasi utama: (1) keinginan melarikan diri dari tekanan kehidupan modern, (2) pencarian pengalaman spiritual autentik, (3) pencarian penyembuhan holistik, dan (4) ketertarikan pada harmoni budaya Bali. Banyak partisipan menafsirkan melukat melalui kerangka individualistik dan psikologis, sering memisahkan praktik ini dari makna keagamaan dan kosmologis aslinya. Interaksi ini mencerminkan proses adaptasi budaya dan transformasi yang dinamis, di mana komunitas lokal aktif terlibat dalam pariwisata sambil berusaha mempertahankan nilai inti tradisi spiritual mereka.

Partisipasi wisatawan Barat dalam melukat merupakan proses penciptaan makna lintas budaya, tidak sekadar bentuk partisipasi wisata spiritual.Motivasi utama berasal dari keinginan mengatasi tekanan kehidupan modern dan mencari penyembuhan emosional, sementara persepsi melukat sering dipengaruhi oleh kerangka individualistik dan psikologis.Proses reinterpretasi ini tidak mengakibatkan komodifikasi, melainkan menjadi interaksi yang dinamis di mana komunitas lokal secara aktif menegosiasi dan mempertahankan nilai inti praktik spiritual mereka.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana persepsi kesejahteraan jangka panjang wisatawan Barat yang telah mengalami melukat memengaruhi perilaku mereka di masa depan, apakah mereka akan terus mencari pengalaman serupa atau mempertajam kepedulian mereka terhadap praktik budaya lokal. Selain itu, studi longitudinal terhadap komunitas suku asli di Bali dapat mengungkap bagaimana adaptasi praktik melukat memengaruhi dinamika sosial dan ekonomi lokal serta persepsi autentisitas di mata para wisatawan yang berulang. Terakhir, penelitian perbandingan antara pelaksanaan melukat di konteks tradisional dan di lingkungan wellness center dapat menilai dampak estetika dan komersialisasi terhadap inti spiritual ritual, serta mengembangkan kerangka kerja pelestarian budaya yang tetap relevan dengan tuntutan pasar global.

Read online
File size376.51 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test