IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL

Bulletin of Social Studies and Community DevelopmentBulletin of Social Studies and Community Development

Menjadi bahagia merupakan keinginan yang dimiliki setiap individu di dunia ini, termasuk generasi milenial. Generasi milenial memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan bangsa, terbukti dari banyaknya pemuda yang berkontribusi pada bidang politik, ekonomi, dan bidang lainnya. Namun, generasi muda masih menghadapi berbagai masalah, mulai dari kurangnya pengalaman, mentalitas yang kuat, dan lingkungan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kasus bunuh diri dan gangguan mental sebagai bukti implikasi dunia modern yang menjadi tantangan bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep rasa syukur pada komunitas milenial dalam mencapai kebahagiaan guna melahirkan generasi pejuang. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif menggunakan studi literatur dan menggambarkan hasil penelitian sebelumnya untuk memperoleh diskusi tambahan bagi analisis pembahasan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa rasa syukur merupakan ajaran penting dalam agama, sehingga dzikir dan ibadah merupakan implementasi rasa syukur kepada Allah sesuai dengan Al‑Quran dan hadis. Sebagai hamba Allah, rasa syukur bukanlah paksaan melainkan kebutuhan yang dijalani dengan rasa kebahagiaan. Kebahagiaan tercipta dan dicari melalui perbuatan baik serta berada dalam komunitas yang baik.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan rasa syukur dalam kehidupan sangat penting dalam Islam, sehingga dalam Al‑Quran dan Hadis syukur disebut sejalan dengan dzikir serta ibadah kepada Allah.Kebahagiaan dapat diraih oleh siapa saja yang berusaha mencapainya dengan mengarahkan energi mereka kepada ibadah dan menjauhi hal‑hal yang dilarang.Selain itu, kriteria orang yang bahagia adalah mereka yang dikendalikan oleh cinta kepada Allah SWT, karena hati yang didominasi oleh cinta kepada Allah akan menghasilkan rasa kebahagiaan dan kedamaian yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak dipengaruhi oleh cinta tersebut.

Saran penelitian lanjutan pertama: bagaimana pengaruh intervensi program pelatihan rasa syukur berbasis digital terhadap tingkat kebahagiaan mahasiswa milenial di lingkungan kampus? Kedua, penelitian komparatif dapat meneliti perbedaan persepsi dan praktik rasa syukur antara generasi milenial di Indonesia dan negara dengan latar belakang agama yang berbeda, untuk mengidentifikasi faktor budaya yang memoderasi hubungan antara syukur dan kebahagiaan. Ketiga, studi longitudinal dapat menyelidiki dampak jangka panjang praktik rasa syukur terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan sosial generasi milenial, serta faktor-faktor yang memperkuat atau melemahkan efek tersebut. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat melengkapi temuan kualitatif sebelumnya, memberikan bukti empiris yang lebih kuat, serta memperluas pemahaman tentang peran rasa syukur dalam menciptakan generasi yang lebih bahagia dan produktif. Selain itu, pendekatan mixed‑methods yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam dapat memperkaya analisis tentang mekanisme psikologis dan spiritual yang mendasari hubungan antara rasa syukur dan kebahagiaan pada milenial.

Read online
File size222.49 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test