IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL

Bulletin of Social Studies and Community DevelopmentBulletin of Social Studies and Community Development

Koromong adalah seni pertunjukan tradisional masyarakat Baduy Luar di Kabupaten Lebak yang telah dilestarikan meskipun semakin terpapar modernisasi. Namun, interaksi yang semakin intens dengan dunia luar berpotensi merubah nilai-nilai budaya dan spiritual yang terkandung dalam tradisi ini. Penelitian ini mengkaji Koromong sebagai media untuk mengekspresikan identitas budaya dan spiritualitas, serta menyelidiki perannya dalam melestarikan komunitas Baduy Luar. Secara khusus, penelitian ini menyelidiki makna, fungsi, dan nilai simbolis Koromong dalam kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat. Analisis dilakukan untuk memahami perannya dalam mempertahankan identitas kolektif dan keyakinan spiritual di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografis yang memandang praktik seni sebagai bagian integral dari sistem budaya masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, pertunjukan seni, dan rekaman lapangan. Untuk meningkatkan kredibilitas temuan, data ditriangulasi dari berbagai sumber dan metode, termasuk observasi, wawancara, dan bukti dokumenter. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi makna simbolis, fungsi sosial, dan nilai budaya yang diwakili dalam pertunjukan Koromong. Temuan menunjukkan bahwa Koromong tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai ritual dan praktik spiritual yang melambangkan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Hyang Karesa. Irama musik, ungkapan puitis, dan urutan upacara merepresentasikan identitas budaya masyarakat Baduy Luar dan menyediakan ruang untuk ekspresi spiritual kolektif. Selain itu, setiap instrumen dalam ansambel Koromong memiliki makna simbolis yang terkait dengan kosmologi, tata sosial, dan solidaritas komunitas. Akibatnya, Koromong berfungsi sebagai media penting untuk mentransmisikan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi dan memperkuat ketahanan budaya, sehingga masyarakat Baduy Luar dapat mempertahankan keseimbangan antara tradisi, keyakinan, dan kehidupan sosial di tengah modernisasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa seni Koromong masyarakat Baduy Luar berfungsi sebagai representasi budaya yang vital dalam melestarikan identitas komunitas.Selain perannya dalam hiburan dan ritual tradisional, Koromong berfungsi sebagai ruang budaya yang mereproduksi nilai-nilai seperti kesederhanaan, solidaritas komunitas, penghormatan terhadap alam, dan spiritualitas yang membentuk fondasi kehidupan masyarakat Baduy.Melalui pertunjukan, struktur musik, simbolisme instrumen, dan partisipasi komunitas, Koromong bertindak sebagai ruang representasional yang memperkuat ikatan antara manusia, alam, dan sistem kepercayaan leluhur.Temuan ini mengungkapkan bahwa keberlanjutan seni tradisional tidak hanya ditentukan oleh upaya pelestarian fisik, tetapi juga oleh kemampuannya untuk mempertahankan makna budaya di tengah perubahan sosial.Koromong Baduy Luar adalah bentuk ekspresi budaya yang menggambarkan kekayaan spiritual dan kebijaksanaan lokal.Seni tradisional ini tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan dan sarana koneksi komunitas, tetapi juga memiliki makna simbolis dan ritual yang berperan dalam komunitas Baduy.Dalam praktik, Koromong sering dimainkan pada acara penting seperti upacara pernikahan dan sunat yang memiliki makna spiritual.Irama khas musik Koromong merefleksikan keseimbangan dan harmoni antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual yang diyakini oleh komunitas.Interaksi antara pemain Koromong yang memainkan koromong, gong, drum, dan kecrek dalam ruang pertunjukan tradisional adalah bukti visual koordinasi dan komunikasi nonverbal yang diperlukan untuk menjaga harmoni ritmis selama pertunjukan.Hal ini menunjukkan bahwa seni Koromong tidak dimainkan secara individu, tetapi bergantung pada kerjasama, mencerminkan nilai-nilai kekompakan dan solidaritas sosial dalam masyarakat Baduy Luar.Partisipasi pemain dalam unit musik tunggal menunjukkan bagaimana praktik pertunjukan Koromong berfungsi sebagai ruang reproduksi nilai-nilai tradisional dan penguatan identitas budaya.Pertunjukan seni Koromong masyarakat Baduy Luar tidak hanya mendokumentasikan aktivitas musik, tetapi juga menunjukkan proses sosial dan budaya serta interaksi di antara para seniman saat mereka melaksanakan tradisi Koromong.Secara teoritis, penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan seni tradisional masyarakat asli dibentuk melalui negosiasi budaya, bukan melalui penolakan modernitas.Di antara masyarakat Baduy Luar, keterbukaan terbatas terhadap pengaruh eksternal tidak merusak fungsi budaya dari bentuk seni tradisional Koromong.sebaliknya, memfasilitasi adaptasi tanpa mengorbankan nilai-nilai fundamental yang mendasari identitas komunitas.Dengan demikian, ketahanan budaya dapat dipahami sebagai kemampuan tradisi untuk mengintegrasikan perubahan sambil mempertahankan sistem makna, simbol, dan praktik sosial yang membentuk identitas inti.Perspektif ini memperluas pemahaman tentang interaksi antara seni tradisional, identitas budaya, dan perubahan sosial dalam studi etnografis tentang seni tradisional.

Saran penelitian lanjutan yang baru berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan dalam paper ini adalah: . . 1. Mempelajari lebih lanjut tentang peran seni Koromong dalam memperkuat identitas budaya dan spiritualitas masyarakat Baduy Luar, khususnya dalam konteks perubahan sosial dan interaksi dengan dunia luar. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana seni Koromong berfungsi sebagai sarana untuk mempertahankan nilai-nilai budaya dan spiritualitas di tengah modernisasi dan globalisasi.. . 2. Menganalisis lebih mendalam tentang pengaruh modernisasi dan globalisasi terhadap praktik seni Koromong masyarakat Baduy Luar. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana perubahan sosial dan interaksi dengan dunia luar mempengaruhi bentuk, peran, dan keragaman praktik seni dalam komunitas Baduy Luar. Hal ini dapat membantu memahami bagaimana seni tradisional dapat beradaptasi dan bertahan di tengah perubahan sosial dan budaya.. . 3. Mempelajari lebih lanjut tentang hubungan antara struktur sosial, identitas budaya, dan praktik seni dalam masyarakat Baduy Luar. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana perbedaan struktur sosial dalam masyarakat Baduy Luar berkontribusi terhadap variasi dalam praktik seni tradisional, dan bagaimana praktik seni tersebut merepresentasikan nilai-nilai budaya dan identitas komunitas. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana seni tradisional dapat berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya dan solidaritas sosial dalam masyarakat yang berubah.

  1. DOI Name 10.37134 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 28z crossref email support... doi.org/10.37134DOI Name 10 37134 Values doi name values index type timestamp data hs serv 28z crossref email support doi 10 37134
  2. DOI Name 10.20527 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 49z crossref desc 18z lambung... doi.org/10.20527DOI Name 10 20527 Values doi name values index type timestamp data hs serv 49z crossref desc 18z lambung doi 10 20527
  3. Bulletin of Social Studies and Community Development. bulletin social studies community development issn... doi.org/10.61436/bsscdBulletin of Social Studies and Community Development bulletin social studies community development issn doi 10 61436 bsscd
  4. Representasi Budaya Banyuwangi Dalam Banyuwangi Ethno Carnival: Pendekatan Teori Representasi Stuart... doi.org/10.51903/education.v3i2.332Representasi Budaya Banyuwangi Dalam Banyuwangi Ethno Carnival Pendekatan Teori Representasi Stuart doi 10 51903 education v3i2 332
Read online
File size2.51 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test